Kutacane, Berita Merdeka Online — Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Aceh Tenggara (Agara), Melisa, sempat terlantar dan hilang kontak di Negeri jiran Malaysia selama dua tahun.
Melisa, 28, warga Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, pernah viral karena terlantar dan mengalami gangguan jiwa di negeri Jiran Malaysia, akhirnya bisa pulang ke tanah air dan di jemput langsung oleh pihak donatur dan keluarga di Airport Kuala Namu, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (01/09/2022).
Ketua DPW-PA Agara, Yahdi Hasan, mengatakan Kepulangan Melisa ke Tanah Air atas kerjasama DPW-PA Agara, bersama Ketua Bireuen Bersatu Aceh Malaysia dan Sosialisasi Ummah Bansigom Aceh (Suba) di Malaysia.
” Melisa di antar oleh Ketua Bireuen Bersatu Aceh Malaysia, Haikal, hingga sampai ke Airport Bandara Kuala Namu, sekira pukul 10.00 WIB, tadi pagi”, kata Yahdi
Sebelumnya sebut Yahdi Hasan, selama dua tahun, Melisa, hilang kontak dengan keluarganya di Agara, tiba-tiba beredar berita di medsos akun, Haikal cs Malaysia, memberitakan keberadaan Melisa di Malaysia, bahwa Melisa ditampung dan dirawat oleh warga Flores NTT.
“Warga Flores NTT merawat Melisa, saat itu Melisa dalam kondisi sakit gangguan jiwa”, sebut Yahdi.
Lanjut Yahdi, kehadiran DPW-PA Agara sebagai pengurus dan donatur kepulangan Melisa dari Negeri Jiran Malaysia, dan atas instruksi dari Pimpinan Pusat Partai Aceh, Muzakir Manaf ke DPW-PA Agara.
“Sumbangsih ini sebagai bentuk kepedulian Partai Aceh terhadap warga Aceh yang merantau di negeri Jiran Malaysia, terutama bagi warga Aceh yang terlantar atau mengalami sakit, Partai Aceh sangat peduli dengan warga Aceh yang berada di sana”, ungkap Yahdi.
Partai Aceh sangat kental hubungan dengan warga Aceh yang berada di sana, selain hubungan dengan Lembaga Aceh di Malaysia, hubungan jejaring antar warga Aceh dan Partai Aceh selalu update.
“Alhamdulillah, akhirnya saudari kita Melisa, telah sampai di Sumatera Utara. Saat ini sedang di perjalanan menuju Kutacane Aceh Tenggara”, tutup Yahdi Hasan.
Disamping itu, orang tua Melisa, mengucapkan Terima kasih kepada DPW-PA Agara dan Ketua Bireuen Bersatu Aceh Malaysia dan Sosialisasi Ummah Bansigom Aceh (Suba) di Malaysia, telah membantu Melisa untuk bisa pulang ke Indonesia.
” Saya ucapan Terima kasih banyak kepada donatur yang telah membantu kami untuk memulangkan Melisa ke Aceh, dan Terima kasih juga kepada warga Flores NTT yang sudah menampung Melisa dan merawatnya dengan baik”, ungkapnya. (HB)




Tinggalkan Balasan