Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu secara resmi mengajak para pemuda pegiat seni tari modern untuk menunjukkan bakat mereka dalam ajang kreativitas bergengsi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perhelatan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang disinergikan dengan UMKM Expo 2026.

Dukung Industri Kreatif, BPD HIPMI Bengkulu Gelar Kompetisi Tari Modern di Forbisda 2026.


‎Ajang tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda yang memiliki minat besar di bidang seni tari, khususnya aliran Pop, K-Pop, dan RnB. Para peserta ditantang untuk menampilkan koreografi terbaik mereka guna memperebutkan apresiasi dalam kompetisi yang mengedepankan inovasi serta sportivitas tersebut.

‎Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, melalui Ketua Bidang 9 BPD HIPMI Bengkulu, Dwi Ressy Oktiyana, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki esensi yang lebih dalam daripada sekadar hiburan. HIPMI berkomitmen untuk menyediakan wadah positif guna membendung energi kreatif pemuda ke arah yang produktif.

‎”Kami mengundang para pemuda pegiat seni tari modern untuk ikut ambil bagian dalam memeriahkan Forbisda 2026. Ini adalah ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mendukung kegiatan positif yang terintegrasi dengan UMKM Expo 2026,” ujar Dwi Ressy Oktiyana dalam keterangan resminya, di Bengkulu, Minggu (19/4/2026).

‎Menurut Dwi, keterlibatan komunitas seni dalam acara berskala daerah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara dunia kreatif dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu. Kehadiran anak muda diharapkan membawa suasana segar dan dinamis dalam pameran produk lokal.

‎Melalui inisiatif ini, BPD HIPMI Bengkulu ingin menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bersandar pada transaksi bisnis konvensional. Kolaborasi dengan industri kreatif yang dimotori oleh generasi muda merupakan pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

‎Industri kreatif dan sektor UMKM dinilai memiliki keterikatan yang erat. Dengan melibatkan seniman muda, acara Forbisda 2026 diharapkan mampu menarik atensi masyarakat luas, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan omzet para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam eksibisi tersebut.

‎Forbisda 2026 sendiri menjadi momentum krusial bagi para pelaku usaha, investor, dan komunitas di Bengkulu untuk saling berkolaborasi serta memperluas jaringan usaha. HIPMI Bengkulu memandang bahwa inovasi tidak hanya lahir dari ruang rapat, tetapi juga dari panggung-panggung kreativitas anak muda.

‎Pendaftaran bagi para grup tari modern kini telah dibuka. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu mengangkat citra Bengkulu sebagai provinsi yang ramah terhadap inovasi dan perkembangan talenta muda. Dengan semangat kolaborasi, Forbisda 2026 diprediksi akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal berbasis kreativitas yang inklusif.