Kepahiang, Beritamerdekaonline.com – Upaya pelestarian bahasa daerah kembali menunjukkan geliat positif melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 20—22 April 2026, di PGRI Kabupaten Kepahiang ini berjalan sukses dan mendapat respons antusias dari para peserta.

Sebanyak 20 peserta yang terdiri atas perwakilan Dinas Pendidikan, kepala sekolah, serta guru dari berbagai satuan pendidikan di Kepahiang mengikuti kegiatan ini. Selama pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga pengalaman praktik yang dirancang aplikatif untuk mendukung implementasi pembelajaran di sekolah.
Bimtek ini menghadirkan tujuh materi utama yang seluruhnya disampaikan menggunakan bahasa daerah. Materi tersebut meliputi keterampilan menulis dan membaca puisi, menulis cerpen, tembang tradisi, komedi tunggal, aksara Ulu, pidato, hingga mendongeng. Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkuat kemampuan berbahasa daerah sekaligus mendorong penggunaannya secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua panitia, Sherly Novianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai garda terdepan dalam proses pembelajaran, sekaligus memperkuat peran mereka dalam upaya revitalisasi bahasa daerah di Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat menjadi agen pelestari bahasa daerah yang aktif dan inovatif, sehingga bahasa daerah tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan dalam berbagai konteks pembelajaran,” ujarnya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang, Dr. Nining Fahlevy Pasju, dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya dan karakter bangsa.
“Bahasa daerah merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan dan jaga. Setelah kegiatan ini, kami berharap para pendidik mampu mengimbaskan materi yang sudah didapatkan ke rekan sejawat dan siswa agar bahasa daerah tetap lestari,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Bimtek ini sebagai langkah konkret dalam mendukung program revitalisasi bahasa daerah di tingkat daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan agar upaya pelestarian ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak nyata.
Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi, berlatih, serta menunjukkan kreativitas dalam setiap sesi yang diberikan. Antusiasme ini terlihat dari tingginya partisipasi dan harapan peserta agar program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Keberhasilan pelaksanaan Bimtek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Dengan keterlibatan aktif para pendidik, diharapkan bahasa daerah di Bengkulu tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin hidup dan relevan bagi generasi muda.

Tinggalkan Balasan