Yogyakarta, Beritamerdekaonline.com – Ajang pemilihan putra putri budaya Indonesia (PPBI) tahun 2022 telah sukses digelar dari tanggal 2-7 November lalu yang dihelat PPBI di Ballroom Hotel Grand Selera, Yogyakarta.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan putra putri budaya dari berbagai provinsi di Indonesia menampilkan dua pasang putra putri terbaik Indonesia yang menjadi two last standing di malam Grand Final. Mereka yang terbaik ini telah melewati sesi tanya jawab di posisi TOP 5 PPBI 2022 dihadapan para dewan juri yang terdiri dari lima orang yaitu Reko Serasi, M.A. (Founder PPBI), R.R Bita Saraswati (RU 2 Putri Indonesia DIY), Bara Zulfa (RU 3 L-Men 2021), Aryanto Hendro Suprantoro (Dinas Kebudayaan DIY), dan Suray Agung Nugroho, Ph.D (Akademisi UGM).

Selain Grand Winner PPBI, 1st Runner Up PPBI juga menjadi representasi putra putri terbaik Indonesia di ajang ini. Oktaviana Tri W yang berasal dari Jawa Timur berhasil meraih posisi 1st RU PPBI 2022. Ia telah menarik perhatian banyak orang sejak awal kegiatan PPBI. Dengan gerakan dan aktivitas yang ia lakukan dalam kegaiatan sehari-harinya telah menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang sangat aktif dan cinta akan budayanya.

Sebagai generasi muda yang cerdas ia mampu menampilkan bahwa budaya Indonesia khususnya Jawa Timur sangatlah menarik. Hal ini bisa dilihat dari postingan yang ia tampilkan di sosial media nya. Lewat hal ini, Okta membuktikan bahwa generasi muda mampu menampilkan budaya yang mungkin bagi sebagian orang dianggap kuno menjadi suatu hal yang menarik dengan sentuhan bidang teknologi, informasi dan komunkasi.

Dikategori Putra, 1st RU Putra Budaya Indonesia diraih oleh M. Farid Aji Nugroho yang berasal dari Jawa Tengah. Pemuda yang berasal dari Kabupaten Purworejo ini memang sudah penuh dengan prestasi berkaitan dengan pariwisata budaya 2018 mendapat juara 1 duta wisata Kabupaten Purworejo lalu maju ke tingkat provinsi yaitu Mas dan Mbak Jawa Tengah, telah banyak mengikuti kegiatan kebudayaan dan pariwisata yang ada di Kabupaten Purworejo dan juga Jawa Tengah di tahun 2019, menjadi winner duta peduli hiv aids D.I Yogyakarta 2019, pernah mengikuti Pawiyatan Pamong Kraton Yogyakarta tahun 2021, menjadi putra vokasi UB 2021, sebagai mahasiswa bidang teknologi informasi juga memadukan perkembangan teknologi di bidang perancangan bangun aplikasi edukasi gamelan.

Farid mengatakan bahwa bergabung menjadi bagian PPBI menjadikan wadah bagi generasi muda untuk semakin aktif dan giat dalam pelestarian budaya dengan memanfaatkan perkembangan zaman, sehingga dapat diterima oleh semua kalangan.

“Alhamdulillah dengan kerja keras dan dukungan seluruh pihak bisa mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional. Peran generasi muda saat ini sangat diharapkan untuk terus berusaha mewarisi budaya lokal agar bisa menjadi kekuatan bagi eksistensi budaya lokal itu sendiri walaupun diterpa arus globalisasi,” harapnya. (BM)