Dalam suasana apel di sore hari Sabtu 9/5 acara penhentian pencarian korban Irman alias Toia yang hilang sejak hari Minggu 3/50 warga Tarantang Harau Limapuluh Kota.

Limapuluh Kota, Berita Merdeka Online —
Pencarian orang hilang nama Irman alias pak Toia warga Lubuak Limpato nagari Tarantang Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar secara resmi telah dihentikan sejak sore Sabtu ( 9/5 ) oleh Kabid KL Ardiman dan Dan Pos Basarnas Roni.

Pencarian bersama-sama telah dilakukan sejak hari Minggu malam (3/5) oleh satuan Polres 50 Kota, BPBD Limapuluh Kota, tim panjat tebing, warga setempat dan Pemda Limapuluh Kota l, PMI Limapuluh Kota, setelah keluarga korban melaporkan ke Polsek Harau di Tj.Pati.

Memasuki hari ke tujuh pencarian korban Irman (61) / pak Toia masih belum menemukan titik terang, maka atas kesepakatan bersama dengan pemerintahan nagari Tarantang, Pemkab Limapuluh Kota, Polres 50 Kota bersama keluarga korban, maka pencarian dihentikan.
Kalaupun ada informasi lain setelah penghentian ini, keluarga akan memberi informasi ke pihak kepolisian.

Korban meninggalkan rumah sejak hari Minggu (3/5) sekitar jam 10.00 Wib, mengatakan kepada keluarganya hendak mencari petai di perbukitan di sekitar wilayah Tarantang.
Konon yang biasanya menurut keluarga korban Irman alias pak Toia, ia biasa mencari petai ke hutan tapi pulangnya cepat sebelum sore.
Tapi kali ini jauh berbeda, apa gerangan yang terjadi atas diri pak Toia belum juga ditemukan pertanyaan muncul dari banyak pihak.di Lubuk Limpato itu.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badriti Resha yang datang ke daerah tersebut memberikan semangat kepada tim pencarian korban, mereka juga berharap kepada masing-masing instansi terkait, agar memperhatikan kondisi dan kesejahteraan tim masing-masing. Jerih payah Tim maupun perorangan tentu akan menjadi amalan bagi mereka semoga Allah memberkati.

Kendati pencarian tidak membuahkan hasil, dalam suasana hujan siang dan malam apalagi lokasi pencarian cukup berat harus menuruni jurang yang cukup dalam dan terpaksaemakai tali dan akar kayu, semangat tim tidak kendor dan berupaya menemukan korban.

Kejadian ini merupakan kehendak dari Allah, kalaupun korban tidak ditemukan dalam keadaan apapun, itu juga atas kehendak Allah.
Nasib seseorang itu Allah lah yang menentukan jelas Wabub Ahlul Badrito Resha.

Menurut keluarganya ciri-ciri yang bersangkutan kulit sawo matang, rambut ikal pendek dan terakhir kali memakai baju kemeja warna putih, hendak pergi untuk mencari petai ke dalam hutan yang berlokasi di atas bukit Rangkak.
Pencarian sudah dilakukan ke arah yang di tuju yang bersangkutan yaitu namanya Bangku – Bangku di atas bukit Rangkak namun tidak membuahkan hasil.

Ketika yang bersangkutan berangkat meninggalkan rumah, ia tidak membawa ponsel, sebelum berangkat Irman sempat membeli rokok di sebuah warung dan pemilik warung bertanya ” Bapak mau kemana dan di jawab mau mencari petai di hutan.
Terahir kali Irman pernah bertegur sapa dengan warga di jalan menuju pandam pekuburan di lereng Bukit Rangkak waktu berangkat. Karena yang bersangkutan tidak membawa ponsel, sehingga untuk melacak keberadaannya sedikit terkendala, di tambah cuaca sejak korban meninggalkan rumah hujan sering turun sehingga pencarian kadang terhalang.

Anggota BPBD M.Arif Fadillah yang tengah berada di lokasi bersama tim ketika menerima WA wartawan media ini peteng menjelang sore hari Sabtu (9/5) membalas singkat belum ketemu.
Pencarian korban tidak saja di perbukitan, juga ditelusuri di setiap lembah atau sungai memperkirakan tersesat, jatuh, atau jadi korban binatang buas lainnya.

Keluarga Irman yang selalu menunggu kepulangannya, selalu berharap kepada tim pencari agar korban cepat ditemukan walau dalam keadaan apapun, apa bila ada yang melihat orang dengan ciri – ciri diatas agar dapat melaporkan ke Polsek Harau atau pos terdekat dengan lokasi pencarian.( Fd)