Padang Lawas, SUMUT | Beritamerdekaonline.com — Diduga akibat lambannya pengerjaan perbaikan Jalan Lintas Sumatera Sibuhuan via Sosopan KM 1, hampir dua bulan Warga Lingkungan VII Batang taris Kelurahan Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumun terpaksa menghirup debu, sehingga Warga merencankan hendak membuat aksi blokir jalan, bila tidak diselesaikan paling lama seminggu ini.

Demikian tegas Ketua DPC Ormas Bidik Kabupaten Padang Lawas Asrul Muharram Hasibuan yang juga warga setempat, kepada Beritamerdekaonline.com saat di Sibuhuan Minggu 15 Januari 2023 siang.

Dikatakannya, akibat lambannya pengerjaan perbaikan jalan tersebut, warga Lingkungan VII Batang taris sudah merasa keberatan, karena terpaksa menghirup debu dan tidak lama lagi warga akan terdampak penyakit paru-paru dan sesak napas.

Untuk itu, kami warga Lingkungan VII Batang taris Kelurahan Pasar Sibuhuan memintak perhatian dan ketegasan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas, agar menegur pihak Kontraktor pelaksana pekerjaan jalan tersebut sebelum warga banyak yang jadi korban dan jatuh sakit, tegas Asrul.

Lebih lanjut dikatakannya, apabila pihak Pemerintah Kabupaten Padang Lawas tidak melakukan tindakan tegas, maka terpaksa kami warga masyarakat Lingkungan VII Kelurahan Pasar Sibuhuan yang akan melakukan tindakan sekalipun hanya sifat memblokir jalan tersebut.

Tindakan pemblokiran jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di KM 01 Lingkungan VII Kelurahan Pasar Sibuhuan tersebut terpaksa dilakukan Warga, karena kami tidak mau jadi korban akibat terlalu lama menghirup debu jalan, pungkas Asrul Muharram.

Hal senada juga disampaikan pengguna jalan D. Nasution warga Desa Paringgonan yang berpropesi sebagai Tukang becak setiap hari lalu lalang melintas di jalan tersebut, juga menerangkang bahwa dianya sangat bersyukur adanya perbaikan Jalan Sibuhuan menuju Sosopan.

Namun keadaan yang saat ini khususnya sepanjang jalan di Lingkungan VII Batang taris Kecamatan Barumun dan Desa Mompang Kecamatan Barumun Baru menurutnya sudah memberatkan bagi warga setempat dan pengguna jalan akibat lambannya pengerjaan jalan tersebut sehingga menimbulkan debu yang akhirnya akan nembuat penyakit bagi masyarakat, jelas Nasution. (Bonardon)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.