Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ancaman penyalahgunaan narkotika yang mulai menyasar kalangan pelajar mendorong Pemerintah Kota Bengkulu bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu memperkuat langkah pencegahan sejak usia dini.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Ananda Bersinar Goes to School atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih dari Narkoba. Program ini secara khusus menyasar pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SMP) sebagai langkah membangun lingkungan pendidikan yang bebas narkoba.
Program tersebut diluncurkan di Bhadrika Resto Bengkulu, Rabu (4/11/2026), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BNN Kota Bengkulu Kombes Pol. Ali Imron, S.E., sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan kepala sekolah tingkat SMP se-Kota Bengkulu.
Kepala BNN Kota Bengkulu Kombes Pol. Ali Imron, S.E., mengatakan, sasaran utama program Ananda Bersinar adalah anak-anak usia sekolah dasar dan SMP. Langkah tersebut dinilai penting menyusul adanya pergeseran usia penyalahgunaan narkotika yang kini mulai menyentuh kalangan pelajar.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data BNN, prevalensi penyalahgunaan narkotika secara nasional mencapai sekitar 4,1 juta jiwa. Sementara itu, di Provinsi Bengkulu, angkanya berada di kisaran 1,3 persen atau sekitar 19 ribu jiwa.
Menurut Ali Imron, ancaman narkotika juga semakin kompleks karena munculnya berbagai modus penyalahgunaan baru. Salah satunya melalui rokok elektrik atau vape yang disalahgunakan untuk mengonsumsi zat narkotika berbentuk cair, seperti sabu cair dan ganja cair.
“Karena itu, kita harus memberikan perhatian serius terhadap anak-anak. Jangan sampai mereka menjadi sasaran penyalahgunaan narkotika dengan berbagai modus baru,” ungkapnya.
Melalui program Ananda Bersinar, BNN Kota Bengkulu menargetkan terbentuknya minimal dua Duta Ananda Bersinar di setiap SMP. Para duta tersebut diharapkan menjadi penggerak sekaligus pelopor edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah.
Selain itu, program ini diarahkan untuk membangun sistem pelaporan dan rujukan rehabilitasi dalam jangka menengah. Adapun target jangka panjangnya adalah menekan angka coba pakai narkoba di kalangan pelajar di Kota Bengkulu.
Ali Imron juga mengingatkan para pelajar agar tidak takut mencari pertolongan apabila sudah terlanjur mencoba narkotika. Ia menegaskan, BNN menyediakan layanan rehabilitasi secara gratis tanpa dipungut biaya.
“Jika ada anak-anak yang sudah terlanjur mencoba, jangan takut datang ke BNN untuk menjalani rehabilitasi. Layanan rehabilitasi gratis dan tidak dipungut biaya, serta bukan berarti harus dipenjara,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Ia menilai, pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun BNN, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pihak sekolah, keluarga hingga lingkungan masyarakat.
“Target kita adalah tidak ada anak-anak siswa di Kota Bengkulu yang menggunakan narkoba. Anak-anak sekalian harus bisa menjadi Duta Ananda Bersinar. Saya doakan kalian semua menjadi orang hebat dan sukses tanpa narkoba,” ujar Dedy.
Dedy menyampaikan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kota Bengkulu masih berada di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, pemerintah kota berupaya terus menekan angka tersebut hingga berada di bawah satu persen.
Ia berharap program Ananda Bersinar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, keterlibatan aktif para pelajar sebagai duta pencegahan narkoba menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh narkotika.
“Kita harus bergandengan tangan dan merapatkan barisan untuk mewujudkan Bengkulu Bersinar,” tegasnya.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Ilham Putra, Kepala Satpol PP Sahat Marulitua Situmorang, Kepala Kesbangpol Saipul Afandi, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga, DP3AP2KB, dan Dinas Kesehatan.
Selain itu, hadir pula perwakilan SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 8, SMPN 12, SMPN 15, SMPN 16, SMPN 18, MTsN 1, SMPIT Khairun Nissa, dan SMPIT Al-Hasanah.
Melalui program Ananda Bersinar, Pemerintah Kota Bengkulu dan BNN berharap sekolah menjadi salah satu benteng utama dalam melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkotika sekaligus melahirkan pelajar yang berani menolak narkoba.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan