Limapuluh Kota (Sumbar) Beritamerdekaonline.com — Nasib sebuah jembatan yang menghubungkan dua Kenagarian antara Nagari Labuh Gunung dengan Nagari Batu Payung kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota ( Sumbar), yang korban banjir galodo dari gunung Sago tahin 2010, masih menyisakan bengkalai yang tak kunjung dapat perbaikan dari pihak Pemerintah.
Masyarakat di Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Labuah Gunuang, mengeluhkan kondisi jembatan darurat yang mengalami kerusakan dibagian lantai dan mengancam nyawa pengendara yang melintas.
Selain rusak, juga banyak bagian lantai yang bolong (Reot) sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan masyarakat yang berjalan kaki bisa terjatuh ke dalam sungai yang berada di bawah jembatan.
Kondisi jembatan yang rusak parah itu telah terjadi cukup lama, kendati telah diperbaiki oleh masyarakat secara swadaya/gotong-royong namun hal itu tidak bertahan lama, sehingga masyarakat berharap jembatan permanen segera dibangun oleh Bupati Limapuluh Kota, Safarudin yang kerap mendengungkan membangun dari pinggiran.
Kondisi jembatan sangat miris dan harus segera jadi prioritas Pemerintah Daerah terutama Dinas Pekerjaan Umum untuk bisa menganggarkannya agar tidak ada lagi korban yang jatuh. Hal tersebut diungkapkan warga setempat bernama Syafriaditokoh Masyarakat setempat beberapa hari lalu.
Untuk pengendara yang jatuh sudah banyak, beruntung tidak ada yang masuk sampai ke sungai bebatuan di bawah jembatan.” tambahnya.
Meski kondisi tersebut telah berlangsung lama dan dikeluhkan oleh masyarakat, namun belum terlihat adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah, sementara masyarakat telah beberapa kali melakukan pergantian lantai jembatan secara gotong royong, namun karena diganti seadanya dengan kayu, lantai jembatan tersebut kembali rusak dan berlobang.
Masyarakat berharap kondisi tersebut segera diperbaiki secara permanen sesuai program Pemerintah Daerah membangun dari daerah pinggiran, atau sebagian dari dana bantuan bencana alam dari Propinsi Sumbar dan pusat alangkah baiknya sebagian dipergunakan untuk itu.
Tentu kita ingin jembatan sementara itu dibangun secara permanen, sebab jembatan merupakan akses penghubung bagi warga di lereng gunuang Sago, ribuan orang dan ratusan kendaraan hilir mudik melintasi jembatan tersebut, kita ingin apa yang diucapkan Kepala Daerah terkait membangun dari pinggiran benar-benar terwujud. Dana bantuan bencana alam gunung Sago tahun 2010 dari pusat dipergunakan secara kong keling kong oleh aparat terkait waktu itu, sehingga menjadi tempat penyimpangan oleh negeri Payakumbuh dan tipikor polres Payakumbuh namun kasusnya yang melibatkan beberapa orang hilang tidak tentu rimbanya. (FD/NS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan