Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menyiapkan serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tahun 2026. Mengusung tema nasional “Sehat untuk Semua”, peringatan tahun ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, pencegahan penyakit, serta penggunaan obat secara bijak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul, A.MK., S.Pd., M.Pd., M.KM., mengatakan rangkaian kegiatan HKN ke-62 melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, rumah sakit, hingga lintas sektor.
Menurut Yasman, kegiatan diawali pada 8 November 2026 dengan senam bersama yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak masyarakat agar semakin aktif bergerak sehingga tubuh lebih bugar dan sehat. Kegiatan ini juga melibatkan seluruh lintas OPD, perguruan tinggi, dan sektor terkait,” ujar Yasman, di Plaza Stadion Sawah Lebar Bengkulu, Minggu (8/11/2026).
Selain senam bersama, peringatan HKN tahun ini juga diisi dengan kampanye edukasi mengenai resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR).
Yasman menjelaskan, resistensi antimikroba merupakan kondisi ketika mikroorganisme penyebab infeksi tidak lagi merespons obat antimikroba secara efektif. Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan obat yang tidak tepat, termasuk mengonsumsi antibiotik tanpa indikasi medis atau tidak sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan obat antimikroba karena dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan.
“Penggunaan obat, terutama antimikroba, harus sesuai dengan indikasi medis dan petunjuk tenaga kesehatan. Jangan menggunakan obat secara sembarangan karena dapat menyebabkan resistensi sehingga obat tidak lagi efektif untuk mengatasi infeksi,” tegasnya.
Yasman menilai edukasi mengenai AMR sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Sebab, resistensi antimikroba menjadi salah satu persoalan kesehatan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Selanjutnya, pada 12 November 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu akan menggelar upacara peringatan HKN ke-62 yang dipusatkan di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.
Upacara tersebut direncanakan melibatkan berbagai institusi pendidikan kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, serta lintas sektor terkait. Pemerintah Provinsi Bengkulu juga akan mengundang Gubernur Bengkulu atau Sekretaris Daerah untuk bertindak sebagai pembina upacara.
Sementara itu, puncak peringatan HKN ke-62 dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026 di kawasan Pantai Panjang, tepatnya di Selasar Bencoolen Mall (BIM), Kota Bengkulu.
Berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan akan digelar dalam acara tersebut, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan senam bersama.
Kegiatan ini akan melibatkan perguruan tinggi kesehatan, rumah sakit di Kota Bengkulu, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Bengkulu, badan usaha milik negara (BUMN), kelompok lansia, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Puncak kegiatan juga direncanakan disiarkan secara langsung melalui kanal Jaringan Kes.
Yasman berharap seluruh rangkaian peringatan HKN ke-62 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Program pembangunan kesehatan tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah saja, khususnya Dinas Kesehatan. Keberhasilannya membutuhkan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Dorong Capaian Cek Kesehatan Gratis
Dalam kesempatan tersebut, Yasman juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Bengkulu.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menerbitkan surat edaran kepada Dinas Kesehatan kabupaten dan kota untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Selain itu, Gubernur Bengkulu juga telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada bupati dan wali kota agar daerah yang belum mencapai target dapat segera meningkatkan cakupan pelayanan CKG.
Berdasarkan data yang disampaikan Yasman, capaian CKG secara provinsi berada di kisaran 38 persen, sedangkan target nasional yang harus dicapai hingga akhir 2026 sebesar 46 persen.
Sejumlah kabupaten di Bengkulu bahkan telah melampaui target tersebut, dengan capaian sekitar 52 hingga 55 persen. Namun, masih terdapat beberapa kabupaten yang capaian pelaksanaannya berada di kisaran 22 persen.
“Kabupaten yang belum mencapai target harus mengakselerasi pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis. Kita berharap pada akhir tahun ini target nasional sebesar 46 persen dapat tercapai,” jelasnya.
Ia berharap percepatan program CKG dapat memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini berbagai penyakit.
Melalui momentum HKN ke-62, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mengajak seluruh masyarakat menjadikan kesehatan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta penggunaan obat yang tepat, kualitas kesehatan masyarakat Bengkulu diharapkan semakin meningkat.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan