Limapuluh Kota, (Sumbar) Beritamerdekaonline.com — Pemkab Limapuluh Kota di bawah kepemimpinan Safarudin.SH dt.Bandaro Rajo menjadikan daerahnya sebagai sentra jagung yang sudah menjadi programnya pemerintah daerah.

Hal ini dilatar belakangi, bahwa daerah Kabupaten Limapuluh Kota dan kota Payakumbuh yang disebut Luak Limopuluah itu, adalah yang paling banyak di Sumbar menghasilkan unggas atau ayam petelur dan ayam.potong yang membutuhkan banyak jagung untuk bahan pangannya.

Bupati Safaruddin.SH menyebutkan untuk menciptakan 20 ribu hektar lahan perkebunan jagung itu mengalami kesulitan dengan bibit / benih unggul yang bisa melipat gandakan hasilnya.

Untuk itu Pemkab kini merencanakan daerah kenagarian Taram kecamatan Harau sebagai sentra bibit jagung. Hal ini disampaikan Bupati Safarudin.SH di Masjid Baitul Kiramah Taram pada Waktu Tim Safari Ramadhan 10 April 2023 lalu.

Bupatii memaparkan, bahwa misi daerah mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjadikan wilayah nagari sebagai basisnya. “Salah satu misi daerah adalah menjadikan nagari sebagai poros pembangunan daerah, apa yang dilakukan di Manggilang akan kita sinergikan dengan Perangkat Daerah teknis,” jelas Bupati Safaruddin. Terlebih pilihan budidaya jagung selain sejalan dengan misi daerah juga menyiratkan bahwa Nagari Manggilang telah mengembangkan sektor pangan selain selama ini bergantung kepada budidaya gambir. Di segi lain, produksi jagung diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam petelur, dimana sampai saat ini belum tercukupi oleh produksi jagung di Limapuluh Kota. “Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, kita mulai penanaman jagung di Nagari Manggilang”, tukas Bupati Safaruddin.

Disela-sela kegiatan tanam jagung perdana Nagari Manggilang, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Witra Porsewandi menuturkan bahwa, selain mendukung program prioritas daerah yang memiliki output untuk peningkatan ekonomi masyarakat, budidaya jagung Manggilang juga akan difungsikan sebagai demplot benih jagung Kabupaten Limapuluh Kota. “Langkah ini akan mengurangi ketergantungan benih kepada daerah lain. Intinya, selain kita swasembada jagung, kita juga melakukan swasembada benih di Manggilang”, terangnya. Untuk demplot sendiri, Witra mengungkapkan telah menyiapkan seluas 5 hektar dan 7 hektar untuk budidaya. “Kita yakin produk benih dari anak nagari tidak akan kalah dari produk-produk benih yang berasal dari luar”, sambungnya.

Wali nagari Taram Nanang dt. Rajo Sampono menyambut baik program Pemkab yang menjadikan daerahnya sebai pilot proyek benih jagung. Selain itu wali nagari menyampaikan terimakasih kepada Pemkab yang telah merealisasikan anggaran untuk memoerbaiki jalan menuju objek wisata Kapalo Banda yang bisa dimanfaatkan pengunjung di hari lebaran.

Wali nagari Taram juga menyampaikan harapan kepada Bupati, untuk mengaktifkan kembali Pos penjagaan Kepolisian di Taram. Karena daerah Taram.merupakan perlintasan dari daerah Riau yang sangat rentan terhadinya tindakan kriminalitas baik bagi masyarakat daerah maupun orang lain yang berlalu lintas.

Hal ini menurut Bupati akan dikoordinasikan dengan Kapolres Limapuluh Kota, diakui bupati harapan wali nagari Taram ini sangat diresponnya begitu pentingnya Pos Kepolisian diaktifkan kembali di Taram.

Pada malam kunjungan tim safari Ramadhan di Masjid Baitul Kiromah ini, Bupati menyerahkan bantuan dana untuk pembangunan Masjid sebesar Rp.20 juta dari Departemen Agama dan Basnaz untuk warga kurang mampu.( Fd/Ns)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.