Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Klas IIB Bengkulu mengikuti pelatihan kewirausahaan berperspektif gender. Kegiatan pelatihan yang diikuti 35 perempuan binaan LPP Klas IIB Bengkulu terlaksana atas kerjasama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bengkulu dengan LPP Klas IIB Bengkulu dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI) melalui Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK).

Pelatihan yang dilaksanakan di ruang pertemuan LPP Klas IIB Bengkulu akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 27-29 November 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pembedayaan hak ekonomi dan mengembangkan bisnis ramah lingkungan yang responsif gender sebagai alternatif untuk menjadi bekal bagi para perempuan dalam menata dan menjalani kehidupan setelah kembali ke lingkungan masyarakat nantinya. Pelatihan ini juga diharapkan menjadi pemicu dalam pengembangan usaha para perempuan yang ada di LPP Klas II Bengkulu sehingga melalui aktivitas pembinaan mereka mampu menghasilkan produk yang bernilai tinggi.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Daerah PKBI Abdul Salim Ali Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perempuan di Lapas khususnya dalam merencanakan usaha yang bernilai ekonomis dimana nantinya saat bebas bisa diimplementasikan untuk mendukung aktivitas ekonomi.

“Kegiatan ini juga dapat mendukung penguatan hak ekonomi kelompok rentan dan terpinggirkan serta mengembangkan bisnis ramah lingkungan yang responsif gender sebagai alternatif melawan ketidakadilan bisnis eksploitatif pada kelompok dampingan yang selama ini menjadi dampingan PKBI Bengkulu. Selain itu, kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan perempuan yang mempunyai semangat dan motivasi dalam melakukan usaha,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Bengkulu Dewi Dharma, dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan kewirausahaan yang melaibatkan perempuan yang ada di Lapas.

“Mewakili Pemerintah Kota Bengkulu, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas perempuan penyintas kekerasan dan kelompok marjinal lainnya di LPP Klas IIB Bengkulu khususnya dan melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi. Selanjutnya diharapkan kegiatan pelatihan kewirausahaan berperspektif gender ini dapat berkontribusi pada percepatan kesetaraan dan keadilan gender,” ucapnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu mewakili Pemerintah Kota Bengkulu tentunya perlu disampaikan bahwa pelatihan ini sangatlah penting untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan kesertaraan gender. Dimana pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan gender dalam pemerataan proses pembangunan dan penerima hasil pembangunan di Indonesia khususnya dibidang ekonomi. Padahal, perempuan Indonesia dinilai memiliki banyak kelebihan, diantaranya tekun, memiliki sensititas sosial tinggi, berjiwa gotong royong dan memiliki semangat yang luar biasa.

“Dan dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memunculkan potensi perempuan untuk menjadi pemimpin kedepannya dan memperkecil ruang ketidaksetaraan gender antara laki-laki dan perempuan khususnya perempuan warga binaan Lapas Perempuan Klas IIB Bengkulu,” harap Dewi.

Kegiatan yang menghadirkan fasilitator dari ASPPUK Nasional, dibuka secara resmi oleh Kepala Lapas Perempuan Klas IIB Bengkulu, Gayatri Rachmi Rilowati, A. Md.I.P, S.H.,M. Hum. Dalam sambutanya disampaikan sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan kewirausahaan berprespektif gender yang dilaksanakan KPPPA, ASPPUK dan PKBI Bengkulu.

“Berbicara mengenai Perempuan, tentunya kita semua memahami bahwa peranan perempuan bagi pembangunan bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata, namun dengan masih tingginya berbagai kasus yang melibatkan perempuan, maka pemberdayaan perempuan dipandang menjadi salah satu aspek yang sangatlah penting,” ucap Kalapas Perempuan Klas IIB Bengkulu.

“Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa terdapat lima isu prioritas yang harus diselesaikan berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, yakni dibidang kewirausahaan, peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan, penurunan angka kekerasan, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak. Pemberdayaan perempuan dilaksanakan dalam segi psikosocial, ekonomi dan kepastian hukum guna peningkatan kepercayaan diri, keterampilan, kesadaran hukum, serta kewirausahaan, guna mencapai kemandirian,” tambanhya.

Lanjutnya, hal ini menjadi momentum yang sangat baik untuk sebuah kebangkitan, maka dari itu, menjadi sangat penting adanya kesamaan persepsi dan pandangan oleh semua elemen terkait penyelesaian permasalahan sosial yang ada. Tentunya, dalam kesempatan yang baik ini dirinya ingin menyampaikan apresiasi yang setingginya, kepada Direktur Eksekutif ASPPUK Nasional, Direktur Eksekutif PKBI Daerah Bengkulu, Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, serta seluruh mitra dan stakeholder terkait.

“Semoga dengan semangat yang luar biasa ini, dapat membawa kita menjadi lebih baik lagi dan betul–betul membawa manfaat bagi banyak perempuan di Bengkulu. Harapan saya, bimtek ini akan terus dapat diadakan dan dikembangkan lagi secara berkesinambungan, sehingga tujuan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan perempuan dapat segera terwujud,” ujar Gayatri. (Tim)