Beritamerdekaonline.com,Kobar-Aksi bejat seorang pria paruh baya tega melakukan hal tidak terpuji kepada seorang anak perempuan yang masih berusia 9 tahun yang tidak lain adalah murid ngajinya sendiri.

Dengan berkedok guru ngaji Seorang pria paruh baya asal Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) yakni MU (47) diamankan Polres Kotawaringin Barat (Kobar).

Pria yang sehari – harinya berprofesi sebagai guru mengaji ini diamankan lantaran menyetubuhi korbannya yang masih belia yakni bunga (9).

Diketahui perbuatan bejat pelaku terbongkar akibat kecurigaan tetangga yang kerap melihat pelaku mengajak korban berboncengan dan jalan bersama.

“Korban ini tinggal bersama kakeknya, dan berbekal laporan tetangganya untuk lebih mendalami dan agar kecurigaan masyarakat terkait kedekatan guru ngaji dengan korban yang kerapkali terlihat berbarengan warga mencoba menanyakan kepada si kakek dan korban.

kemudian saat ditanya oleh kakek dan tetangganya tersebut, barulah korban mengaku bahwa sudah pernah disetubuhi oleh pelaku,” beber Kasatreskrim Polres Kobar AKP Yoga Panji saat dikonfirmasi pada Selasa (23/07/2024) pagi.

Dari keterangan pelaku, bahwa aksi tersebut sudah dilakukan sebanyak empat kali sejak tahun 2023 sampai dengan tahun 2024.

“Korban ini tidak berani menceritakan hal tersebut karena ketakutan,” imbuh Kasat.

Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan Polres Kobar guna pemeriksaan lebih lanjut.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang – Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang – Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Masyarakat dihimbau agar tetap mengawasi anak-anak nya dan jangan lengah terhadap anak perempuan nya terlebih yang masih belia.

Para pelaku kejahatan seksual tidak memandang korbannya apakah itu anak-anak ataupun yang sudah dewasa karena nafsu bejat hadir dengan dorongan keinginan yang untuk melakukan perbuatan tersebut kerapkali dari kedekatan yang selalu di manfaatkan para pelaku.

Kedekatan pelaku dengan korban nya selalu membutakan kita hingga menaruh kepercayaan penuh kepada pelaku yang akhirnya menjadikan momen bagi pelaku untuk melakukan aksinya.

Mari tetap waspada dan perhatikan sekitar.jangan mudah percaya kepada orang lain walaupun berkedok guru ngaji.(Ronny)

 

 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.