Kepahiang, Beritamerdekaonline.com – Pada Jumat, 13 September 2024, Kabupaten Kepahiang menandai babak baru dalam dunia pendidikan dengan diresmikannya Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT). Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Windra Purnawan, Riri Damayanti, Ujang Irmansyah, serta berbagai pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan tokoh masyarakat setempat.
Acara ini diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan layanan pendidikan yang terjangkau dan fleksibel kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepahiang, yang akan membantu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas. Peresmian ini juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi Kabupaten Kepahiang sebagai daerah yang mengutamakan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Windra Purnawan menyatakan apresiasinya terhadap keberadaan SALUT sebagai inovasi yang mampu memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat di daerah terpencil. Menurutnya, SALUT merupakan jawaban atas kebutuhan akan pendidikan tinggi yang fleksibel, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan akses.
“Kami sangat mendukung kehadiran Sentra Layanan Universitas Terbuka ini. Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu daerah, dan dengan adanya SALUT, masyarakat Kepahiang kini memiliki akses yang lebih mudah dan terjangkau untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah ini,” ungkap Windra.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran SALUT diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi, sehingga pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan pembangunan daerah. Windra menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita Kepahiang sebagai daerah yang unggul dalam pendidikan.
Riri Damayanti yang turut hadir dalam acara ini juga memberikan tangapanya. Ia menekankan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkualitas, serta peran Universitas Terbuka dalam menyediakan solusi pendidikan bagi masyarakat di berbagai pelosok, termasuk di Kepahiang.
“Universitas Terbuka telah lama dikenal sebagai institusi yang menjembatani pendidikan bagi semua kalangan, tanpa terkecuali. Dengan adanya SALUT, masyarakat di Kepahiang, bahkan yang tinggal di daerah terpencil, tidak perlu lagi khawatir tentang akses pendidikan tinggi. Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi,” ujar Riri.
Yus Rizal, M.Pd., selaku Rektor SALUT, menyampaikan bahwa Sentra Layanan Universitas Terbuka di Kepahiang ini merupakan wujud komitmen Universitas Terbuka dalam menyediakan layanan pendidikan yang fleksibel dan inklusif. Dengan metode pembelajaran jarak jauh yang diterapkan, SALUT memungkinkan mahasiswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja, tanpa harus terkendala oleh jarak dan waktu.
“Kami berharap, kehadiran SALUT di Kepahiang dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau keluarga. Kami menyediakan program-program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat, mulai dari tingkat sarjana hingga pascasarjana,” jelas Yus Rizal.
Ia juga menambahkan bahwa SALUT akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, dengan menyediakan berbagai dukungan akademik, termasuk tutorial online dan offline, serta akses materi belajar yang mudah diakses oleh seluruh mahasiswa.
Peresmian SALUT ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kepahiang, yang selama ini merindukan adanya akses pendidikan tinggi yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Banyak tokoh masyarakat yang hadir dalam acara ini menyatakan harapannya agar SALUT dapat menjadi jembatan bagi generasi muda Kepahiang untuk meraih pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, Suparman, mengungkapkan kegembiraannya atas dibukanya SALUT di Kepahiang. Menurutnya, kehadiran Universitas Terbuka melalui SALUT akan memberikan banyak peluang bagi warga yang selama ini terkendala oleh keterbatasan biaya dan jarak untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya SALUT ini. Banyak anak-anak muda di daerah kami yang sebenarnya ingin kuliah, tapi terkendala oleh biaya dan jarak. Dengan adanya layanan ini, saya yakin mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus jauh-jauh ke luar daerah,” kata Suparman. (Sampur)




Tinggalkan Balasan