‎Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Epriya, S.H., M.H., menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan lintas Curup menuju Kabupaten Lebong yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Politikus dari Fraksi Gerindra daerah pemilihan (Dapil) IV Lebong–Rejang Lebong itu mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses perbaikan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Epriya, S.H., M.H., politikus dari fraksi Gerindra daerah pemilihan (Dapil) IV Lebong–Rejang Lebong.


‎Menurut Epriya, keberadaan dirinya di DPRD Provinsi Bengkulu menjadi sarana untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan masyarakat khususnya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan bahwa kondisi jalan penghubung Curup dan Lebong memang menjadi perhatian serius karena merupakan jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

‎“Saya di DPRD Provinsi Bengkulu akan menyampaikan aspirasi masyarakat di dapil saya kepada Dinas PUPR Provinsi untuk ditindaklanjuti. Tentunya hal ini perlu koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan perbaikan berjalan maksimal,” ujar Epriya, di kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (18/5/2026).

‎Ia menjelaskan, untuk segmen Air Dingin–Muara Aman direncanakan mulai dikerjakan pada tahun ini. Saat ini proyek tersebut masih berada dalam tahap perencanaan sebelum nantinya memasuki proses lelang. Menurutnya, tahapan lelang diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

‎Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan perbaikan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan berat, khususnya pada ruas yang lahannya telah dibebaskan oleh pemerintah daerah. Perbaikan akan difokuskan pada spot-spot tertentu yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.

‎Tidak hanya itu, jalan amblas di kawasan Talang Ratu juga dipastikan tetap diperbaiki. Epriya mengatakan kondisi geografis dan kontur tanah di lokasi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengerjaan. Struktur tanah yang terus mengalami penurunan membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan perbaikan jalan biasa.

‎“Jalan amblas di Talang Ratu tetap diperbaiki. Namun karena kontur jalannya selalu turun, maka pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan agar hasilnya lebih maksimal dan tahan lama,” jelasnya.

‎Masyarakat di Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong berharap perbaikan jalan tersebut dapat segera terealisasi mengingat jalur Curup–Lebong merupakan akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan masyarakat, angkutan hasil pertanian, hingga kendaraan logistik. Kerusakan jalan selama ini dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Dengan adanya dukungan dari DPRD Provinsi Bengkulu serta koordinasi bersama Dinas PUPR, masyarakat berharap proses perbaikan dapat berjalan tepat waktu sehingga akses transportasi antara Curup dan Lebong kembali lancar dan aman dilalui.