BREBES, Berita Merdeka Online – Persoalan pendidikan di Indonesia dari dulu sampai sekarang sangatlah kompleks serta terjadi dimana-mana dan tidak pernah diselesaikan secara serius oleh pihak terkait.

Miris sekali, banyaknya gedung sekolah yang rusak parah, tidak layak untuk tempat belajar mengajar. Akibatnya, peserta didik kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran dan mengembangkan potensi dalam dirinya.

Salah satu kondisi yang sangat memprihatinkan akibat banyaknya gedung sekolah dasar yang sudah rusak dan kurangnya ruang kelas terjadi di wilayah Kecamatan Bumiayu dan Bantarkawung Kabupaten Brebes.

Ini menjadi bukti nyata minimnya perhatian dari pihak terkait, membiarkan dan memaksa guru serta peserta didik berjuang, belajar dalam keterbatasan fasilitas ruang kelas yang dapat mengancam keselamatan.

Gedung SDN di Kecamatan Bumiayu Sangat Memprihatinkan, Harus Segera Ada Perbaikan

Kondisi darurat dan sangat memperihatinkan dialami SDN Dukuhturi 03 Kecamatan Bumiayu. Ruang kelas 5 harus ditopang tiang bambu dengan atap sudah bergelombang, sangat membahayakan keselamatan peserta didik.

“Mohon kepada pihak terkait, kami sangat membutuhkan perhatian serius, supaya belajar mengajar berlangsung dengan baik dan tenang,” ucap Herawati, S.Pd Kepala Sekolah SDN Dukuhturi 03.

Hal yang sama dialami SDN Dukuhturi 01 Kecamatan Bumiayu, satu ruang kelas sudah ambruk.

Kepala Sekolah Umi Kulsum menyampaikan, dengan kondisi tersebut memaksa pembelajaran semakin sulit. Kemudian sekolahnya rawan pencurian karena tidak ada pagar keliling dan sekolah tidak memiliki mushola.

Tidak kalah memprihatinkan, kondisi SDN Kalierang 01 tampak hampir semua bangunan mengalami kerusakan yang sangat serius.

Kepala Sekolah SDN Kalierang 01, Abdul Ghafi menyampaikan keprihatinannya, bahwa beberapa ruang kelas sudah pada rusak perlu segera penanganan, karena mengganggu proses belajar mengajar.

Gedung SDN di Kecamatan Bantarkawung Harus Ada Penanganan Lebih Cepat dan Serius

Kondisi SDN 02 Banjarsari Kecamatan Bantarkawung, mengalami kerusakan parah di ruang kelas 1 yang sudah ambruk dan ruang kelas 2 pondasi bangunan terjadi keretakan akibat tanah labil.

“Dengan kondisi ini, kami harus membagi satu ruangan untuk dua kelas, meskipun ruangan tersebut dindingnya retak-retak,” tutur Sandhi Prihatnolo, Kepala SDN Banjarsari 02.

Lebih memprihatinkan dan perlu ada penanganan di SDN Tambakserang 04, ruang kelas 3 tidak memiliki atap dan dinding.

Menurut Kepala Sekolah Tambakserang 04, Wahid, S.Pd.I, bangunan tersebut digunakan untuk menanam ubi dan kondisi ini sangat menyulitkan siswa untuk belajar.

Lebih miris, SDN Mayana 02 sejak tahun 2020 tiga ruang kelas dikosongkan karena kerusakan atap. Kepala Sekolah SDN Mayana 02 menjelaskan, aktivitas belajar dilakukan di ruang darurat dengan kondisi serba terbatas.

Ruang kelas sudah ditopang dengan bambu, perlu ada penanganan karena mengganggu proses belajar mengajar

Adapun, kondisi serupa terjadi di sejumlah sekolah lain, SDN Cikuning 01 dan 02, mengalami kebocoran atap dan sangat mengganggu dan berbahaya pada musim hujan. Ketika hujan tiba-tiba turun, terpaksa murid dibubarkan karena khawatir terjadi atap ruang sekolah ambruk.

Hal yang sama, SDN Bantarkawung 04, bangunan sudah rapuh dengan usia 30 tahun perlu ada renovasi mendesak. Sebelumnya, wali murid sudah pernah bantu bangun satu lokal ruang kelas.

Adapun, SDN Sindangwangi 03 gedung dibangun tahun 1973, ruang kelas 1 dan 3 hampir roboh perlu renovasi. Berbeda dengan SDN Pangebatan 07 mengalami kekurangan ruang kelas, pembangunan belum terealisasi.

Kemudian SDN Karangpari 02, ruang kelas 6 tidak bisa digunakan, dibangun tahun 1974 kondisi bangunan sudah rapuh termakan usia. Begitu juga SDN Cinanas 02 dibangun tahun 1969, ruang kelas 4 rapuh dan kurangnya ruang kelas.

Rukat, S.Pd., M.Pd , Kordinator Wilayah Satuan Pendidikan Kecamatan Bantarkawung, memohon kepada pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan cepat, supaya proses belajar-mengajar tidak terganggu dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Selain itu kami juga mengharapkan,Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes , ikut mendorong secepatnya supaya ada perbaikan sekolah di wilayahnya, supaya proses belajar-mengajar aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (Wawan Bambang AK)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.