Majalengka, Beritamerdekaonline.com – Untuk memastikan situasi kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Majalengka, Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi bersama jajaran Forkopimda, Pj Sekda, dan sejumlah OPD seperti Dishub, Satpol PP, Damkar, Diskominfo, serta BPBD melakukan pemantauan arus kendaraan di ruas Tol Cipali, Kamis (26/12/2024).

Pemantauan dimulai dari Gerbang Tol (GT) Sumberjaya hingga Gerbang Tol Kertajati, dengan salah satu pemberhentian di Rest Area KM 166 yang berada di Kecamatan Majalengka. Di lokasi tersebut, Dedi Supandi menyempatkan diri berdialog dengan pengendara yang sedang beristirahat.

Selain meninjau langsung, Pj Bupati juga melakukan telekonferensi dengan beberapa Pos Pengamanan (Pos PAM) Nataru di wilayah Majalengka. Telekonferensi ini bertujuan untuk memantau kondisi lalu lintas, keamanan tempat ibadah, dan situasi di kawasan wisata.

Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi memantau kondisi Nataru di Rest Area KM 166 Tol Cipali, didampingi Forkopimda dan OPD terkait, Kamis (26/12/2024). Pemantauan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan tempat ibadah.

“Alhamdulillah, hasil pemantauan menunjukkan bahwa tempat ibadah aman dan kondusif. Arus kendaraan, baik di jalur tol maupun jalur wisata, sejauh ini lancar,” ujar Dedi Supandi.

Menurutnya, volume kendaraan di wilayah Majalengka selama libur Natal tahun ini relatif menurun dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun tidak signifikan.

Dedi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan keindahan Majalengka. “Kabupaten Majalengka memiliki wisata alam yang indah dan kuliner khas yang menggugah selera. Saya mengajak pengendara yang melewati Majalengka untuk singgah sejenak menikmati keindahan ini sekaligus menghindari kepadatan lalu lintas,” tambahnya.

Sementara itu, Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, melaporkan adanya peningkatan volume kendaraan pada malam sebelumnya.

“Sebanyak 37 ribu kendaraan melintasi Tol Cipali dari arah Cikopo menuju Cirebon, meningkat 77% dibandingkan volume pada jam yang sama hari sebelumnya. Sebaliknya, kendaraan menuju Jakarta tercatat sebanyak 14,4 ribu, turun sekitar 5,8%,” jelas Ardam Rafif.

Meskipun terdapat lonjakan volume kendaraan, Ardam memastikan bahwa arus lalu lintas tetap lancar tanpa perlu pemberlakuan rekayasa lalu lintas. (MH)