Asahan, Sumatera Utara | Beritamerdekaonline.com – Warga Desa Sei Alim Hassak, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menuntut pencopotan Manajer PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Simpang Empat. Mereka geram lantaran listrik di desa mereka kerap padam dan menyala kembali hampir setiap hari selama lima bulan terakhir, menyebabkan berbagai kerugian dan mengganggu aktivitas warga.
Perwakilan warga, berinisial WR, WT, dan WA, menyampaikan keluhan mereka kepada Ketua Umum DPP LSM Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMMAKO) Asahan Sumut RI, Dodi Antoni, pada Selasa (25/2/2025). Warga mempertanyakan alasan di balik pemadaman yang terus berulang tanpa solusi.
“Kami heran, kenapa listrik di desa kami sering mati hidup setiap hari selama lima bulan terakhir. Kalau memang harus padam, lebih baik langsung tiga jam daripada berkali-kali dalam hitungan detik dan menit. Dampaknya sangat merugikan warga,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada kesal.
Pemadaman yang tidak menentu ini mengakibatkan banyak peralatan elektronik warga rusak. Selain itu, umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah, terutama saat salat Maghrib, kerap terganggu karena listrik tiba-tiba padam. Bahkan, hewan peliharaan seperti ikan di akuarium banyak yang mati akibat perubahan listrik mendadak.
“Kami sangat kecewa. Banyak alat elektronik rusak, dan sampai sekarang tidak ada yang bertanggung jawab. Lebih parah lagi, saat azan Maghrib berkumandang, listrik malah padam. Ini benar-benar menyusahkan kami,” tambah warga lainnya.

Selain itu, warga juga menyoroti ketidakadilan dalam pelayanan PLN. Mereka mengeluhkan bahwa ketika pelanggan menunggak pembayaran listrik selama beberapa bulan, PLN dengan cepat memberikan surat peringatan dan langsung memutus aliran listrik. Namun, saat pemadaman terjadi hampir setiap hari tanpa kejelasan, tidak ada kompensasi atau penjelasan resmi dari pihak PLN.
Menanggapi keluhan warga, Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO, Dodi Antoni, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang PT PLN ULP Simpang Empat, Kantor Bupati Asahan, dan DPRD Kabupaten Asahan. Tujuan aksi ini adalah untuk meminta penjelasan dari manajemen PLN terkait masalah yang dikeluhkan warga.
“Saya akan memimpin aksi unjuk rasa langsung ke PLN ULP Simpang Empat, Kantor Bupati Asahan, dan DPRD Kabupaten Asahan. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terkait masalah listrik ini,” tegas Dodi.
Dodi juga menambahkan bahwa jika dalam permasalahan ini ditemukan indikasi korupsi, maka ia akan mendorong aparat penegak hukum untuk segera bertindak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PLN ULP Simpang Empat belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga Desa Sei Alim Hassak. (DA)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan