Asahan, Beritamerdekaonline.com – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si, secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Asahan 2025-2029 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu (12/03/2025). Forum ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Asahan, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Kajari Asahan, Dandim 0208/Asahan, perwakilan Danlanal TBA, perwakilan Kapolres Asahan, Kepala BNNK Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, serta perwakilan dari OPD, BUMN/BUMD, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat.

Menyusun Arah Pembangunan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Asahan, H. Supriyanto, M.Pd, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan untuk menghimpun aspirasi masyarakat guna menyempurnakan RPJMD 2025-2029. Penyusunan RPJMD ini berlandaskan berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 9 Tahun 2024 tentang RPJPD 2025-2045.

Bupati Asahan menekankan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi merupakan kesepakatan bersama demi kemajuan Asahan. “RPJMD harus menjadi pedoman nyata dalam pembangunan daerah, bukan hanya sekadar formalitas,” ujarnya.

Kabupaten Asahan telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025. Dengan status ini, Asahan berpotensi menjadi pusat pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet, serta penguatan sektor ekonomi biru dan ketahanan pangan.

Pembangunan yang Terukur dan Berkelanjutan

Dalam perumusan RPJMD, Bupati menegaskan pentingnya kebijakan yang realistis dan berorientasi pada hasil konkret. “Kami tidak ingin sekadar menjanjikan program yang berlebihan. Lebih baik sedikit, tetapi dapat direalisasikan dengan baik dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta institusi pendidikan dan penelitian. “Kebersamaan adalah kunci untuk membangun Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Forum ini juga menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan perspektif berbeda dalam penyusunan RPJMD. Kepala Bapperida menyampaikan tahapan perencanaan strategis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syamsuddin, S.H., M.M., membahas prinsip dasar KLHS RPJMD, sementara Plt Kepala BPS Kabupaten Asahan Abdul Hakim Prapat, S.E., M.Si., mengulas indikator makro Kabupaten Asahan tahun 2024. Selain itu, Dr. Ihsan Azhari, S.Sos., M.Sp., Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbang Provsu, memaparkan sinkronisasi perencanaan daerah dengan skala provinsi dan nasional.

Bupati Asahan menutup forum dengan harapan bahwa masukan dari berbagai pihak dapat menghasilkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. “Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (Dodi Antoni)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.