Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Pemuda Panca Marga (PPM) binaan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Bengkulu yang dipimpin oleh Plt. Ketua Hj. Tien Syafrudin menyalurkan bantuan tali asih kepada korban kebakaran di Desa Sekayun Mudik, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Pemuda Panca Marga (PPM) binaan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Bengkulu yang dipimpin oleh Plt. Ketua Hj. Tien Syafrudin menyalurkan bantuan tali asih kepada korban kebakaran di Desa Sekayun Mudik, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah.


‎Plt. Ketua PPM Provinsi Bengkulu Hj. Tien Syafrudin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja nyata PPM dalam membantu rakyat, selaras dengan program Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.

‎”PPM hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan, seperti memberikan tali asih kepada korban kebakaran di Desa Sekayun Mudik,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).

‎Penyaluran bantuan tersebut diwakili oleh Sekretaris PPM Provinsi Bengkulu H. Jasmani bersama sejumlah anggota. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga terdampak musibah serta Kepala Desa Sekayun Mudik, Elmansya Putra.

‎Jasmani menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan simpati terhadap warga yang mengalami musibah kebakaran.

‎”Kami datang ke sini untuk berbagi rasa duka dan menyampaikan bantuan sekadarnya,” ujarnya.

‎Kepala Desa Elmansya Putra mewakili warganya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh PPM.

‎”Kami ucapan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, kehadiran PPM bagi masyarakat kami yang sedang dalam dilanda musibah kebakaran ini bisa meringankan beban bagi masyarakat kami. Mudah-mudahan PPM kedepan bisa terus membantu masyarakat,” harapnya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa kebakaran terjadi pada Minggu (6/7/2025) sekitar pukul 15.15 WIB, diduga akibat korsleting listrik di rumah milik Jamil.

‎Akibat kejadian tersebut, lima rumah warga hangus terbakar, sementara tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan berat hingga harus dibongkar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta. Meski kerusakan material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

‎Dengan adanya kegiatan ini, PPM menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.