Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Suasana hangat dan penuh kesan tercipta dalam acara jamuan makan malam bersama yang digelar antara delegasi perusahaan perhotelan Jepang IMF Tokyo dengan dua lembaga pelatihan kerja (LPK) asal Indonesia, yakni LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan LPK Azea Bengkulu Internasional. Acara yang berlangsung pada malam hari itu menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan kerja sama antarnegara.

Renny, selaku HRD JPM untuk Jepang, menyampaikan pesan dari delegasi perusahaan perhotelan Jepang yang diwakili oleh Endo Sachou (Direktur) dan Yamaguchi Fukusachou (Wakil Direktur). Dalam pernyataannya, Renny menyebut bahwa jamuan makan malam tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu dari Jepang.

“Makan malam bersama dengan tim LPK di Bengkulu benar-benar berkesan. Konsep yang kami rasakan mirip dengan omotenashi, yaitu keramahtamahan yang menjadi budaya di Jepang. Namun, yang istimewa adalah sajian kuliner tradisional Indonesia yang memberikan cita rasa berbeda dari masakan di Jepang. Pengalaman ini akan selalu kami ingat,” ujar Yamaguchi Fukusachou sebagaimana disampaikan Renny, Rumah Makan Kabayan 91, Kota Bengkulu, Jumat malam (22/8/2025).
Delegasi perusahaan Jepang juga menyampaikan rasa terima kasih berulang kali atas sambutan hangat dari pihak penyelenggara. Mereka menegaskan keinginan untuk kembali datang ke Indonesia di masa mendatang dengan membawa misi kerja sama yang lebih luas. Selain itu, mereka berharap kontribusi tersebut dapat memberi manfaat nyata, khususnya bagi generasi muda Indonesia.
Sementara itu, Ketua LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, menyampaikan bahwa jamuan makan malam bersama delegasi Jepang semakin mempererat hubungan emosional antar pihak. Menurutnya, pertemuan tersebut juga menitikberatkan pembahasan mengenai penyerahan perekrutan calon pekerja untuk industri perhotelan di Jepang.
“Dengan adanya pertemuan ini, semangat kami semakin bertambah. Ibaratnya, kami seakan diberi amanah untuk menyalurkan tenaga kerja ke perusahaan perhotelan Jepang. Kepercayaan yang diberikan membuat kami berkomitmen meningkatkan kualitas calon pekerja agar sesuai dengan standar internasional,” ujar Afrianto.
Ia menambahkan, LPK Kaizu Hamagi Gakkou bersama LPK Azea Bengkulu Internasional bertekad memaksimalkan program pelatihan. Salah satu fokus utama adalah mempersiapkan tenaga kerja menggunakan skema Visa Tokutei Ginou maupun visa lainnya yang memungkinkan alumni untuk bekerja secara legal di Jepang.
Selain peningkatan pelatihan, Afrianto menekankan pentingnya sosialisasi ke perguruan tinggi. “Kami ingin membantu meminimalisir pengangguran di kalangan lulusan S1 maupun D3. Dengan adanya peluang kerja sama ini, para alumni memiliki jalan baru untuk meniti karier di luar negeri, khususnya di Jepang,” katanya.
Acara gala dinner yang diwarnai dengan kehangatan, tawa, dan jamuan kuliner Nusantara tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan Indonesia–Jepang. Harapan besar pun disematkan agar kerja sama ini tidak hanya membawa manfaat bagi dunia perhotelan, tetapi juga mampu menciptakan peluang bagi generasi muda Indonesia untuk menatap masa depan yang lebih cerah.


Tinggalkan Balasan