Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri pada Selasa (26/8), guna meninjau kondisi para pasien korban demonstrasi yang terjadi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri turut didampingi oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri, yakni Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), Asisten Logistik Kapolri (Aslog), Kepala Divisi Hukum (Kadivkum), serta Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, menjelaskan perkembangan terkini penanganan para pasien yang terluka usai demonstrasi. Ia menyebut total terdapat 9 pasien yang ditangani, terdiri dari 6 pasien rawat inap—5 di antaranya merupakan anggota Polri dan 1 orang dari masyarakat sipil—serta 3 pasien rawat jalan yang sudah diperbolehkan pulang pada malam sebelumnya.

“Alhamdulillah, seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan medis yang baik. Saat ini kondisi mereka stabil, dalam keadaan sadar, dan dapat berkomunikasi dengan lancar,” ujar Prima.

Ia menambahkan, kunjungan Wakapolri ini merupakan bentuk perhatian pimpinan Polri terhadap kondisi personel dan masyarakat yang terdampak dalam pelaksanaan tugas pengamanan demonstrasi.

“Pusdokkes Polri berkomitmen penuh untuk memastikan proses pemulihan berjalan maksimal agar pasien dapat kembali beraktivitas dan menjalankan tugas dengan optimal,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komjen Dedi juga memberikan arahan kepada seluruh personel Polri agar selalu waspada, berhati-hati, serta mampu mengantisipasi segala potensi risiko selama bertugas di lapangan demi keselamatan diri dan keberhasilan pelaksanaan tugas.

Foto: Wakapolri, Komjen Dedi saat membesuk korban demonstrasi “Bubarkan DPR” di RS Bhayangkara, di Jakarta Timur

Kunjungan ini menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam memberikan atensi penuh terhadap kesejahteraan anggota dan masyarakat yang menjadi korban saat pengamanan aksi unjuk rasa.

Seperti diketahui, pada Senin malam, 25 Agustus 2025, ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI dengan tuntutan pembubaran lembaga legislatif tersebut. Aksi berlangsung hingga malam hari dan sempat memicu ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian. (ams)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.