Foto: Ketika Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) memberi pemaparan di depan awak media, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Desember 2025Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Badan Karantina Indonesia adalah bagian penting dari kesehatan publik dan ketahanan nasional. Namun masih membutuhkan penguatan dari berbagai aspek.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat Manaor Panggabean saat menggelar Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Outlook Tahun 2026 di Jakarta Pusat, Jumat, 19 Desember 2025.
Menurutnya sejumlah 364 pintu Barantin tempat pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan keluar – masuk Indonesia. “Kita akan terus menambah pintu Barantin dari yang ada saat ini,” kata Sahat -biasa dipanggil.

Dia juga menyampaikan jika sepanjang tahun 2025 pihaknya memfokuskan tiga agenda kebijakan strategis.
“Pertama penguatan sumber daya manusia, revitalisasi Laboratorium dan layanan digital karantina,” kata Kepala Barantin yang telah menjabat dua tahun terakhir.
Dari kebijakan strategis tersebut sumber daya manusia adalah menjadi kebutuhan penting. “Mengingat kebutuhan pegawai saat ini mencapai 17 ribuan ASN (Aparat sipil negara),” keluhnya.
Selain itu tidak kalah pentingnya, kata dia jika Barantin yang selama ini masih ada anggapan menjadi penghambat pelaku usaha. “Mari kita lakukan edukasi dan kita sampaikan ke pelaku usaha. Masih ada image kita menghambat, sesungguhnya tidak,” kata Sahat.
Pihaknya juga mengajak agar pelaku usaha tetap melakukan pengurusan administrasi secara langsung atau lewat online. “Sekarang lebih mudah dan era keterbukaan, jadi di tahun 2026 mudah-mudahan cerita kita lebih indah,ya,” pungkasnya. (@ms)



Tinggalkan Balasan