Foto: Kepala Kesbangpol Kabupaten Maybrat, Yosias
Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik dan tuntutan percepatan ekonomi daerah, peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kerap luput dari sorotan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maybrat, Papua Barat, Yosias Safkaur usai Rapat Kordinasi Nasional bersama Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
“Sejatinya menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ideologi bangsa ini sering dipandang sebelah mata, bahkan tidak sepenuhnya dipahami oleh banyak pihak,” jelasnya dengan nada lembut.
Padahal, stabilitas daerah bukanlah sesuatu yang hadir secara tiba-tiba. Ia lahir dari kerja panjang, sunyi, dan konsisten – kerja yang sebagian besar berada di pundak Kesbangpol.
Menurutnya selama ini, Kesbangpol kerap dianggap sebagai lembaga administratif semata. Tidak sedikit yang menilai tugasnya hanya sebatas pencatatan organisasi kemasyarakatan, fasilitasi politik, atau kegiatan seremonial.
“Inilah yang membuat Kesbangpol sering kali tidak menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah,” tambahnya.
Padahal, kata dia, Kesbangpol memegang peran strategis dalam pengawasan dinamika sosial, deteksi dini potensi konflik, radikalisme, politik identitas, hingga gesekan antar kelompok masyarakat.
“Tanpa peran ini, pembangunan sebesar apa pun berpotensi runtuh oleh instabilitas sosial dan politik,” imbuhnya.
Ironisnya, justru karena keberhasilan Kesbangpol mencegah konflik sejak dini, kinerjanya sering tidak terlihat. ” lTidak ada kerusuhan, tidak ada gejolak, lalu dianggap tidak ada masalah,” pungkasnya. (@ms)




Tinggalkan Balasan