Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Suasana yang tak biasa menghiasi aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional ke-65 di kawasan Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Di tengah ribuan massa yang menyuarakan aspirasi, aparat kepolisian justru mencuri perhatian dengan membawa tumpeng dan membagikannya kepada para peserta aksi.

Momen simbolik ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto, bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Tak hanya tumpeng, roti dan air mineral juga dibagikan sebagai bentuk penghormatan dan dukungan moral kepada para petani.

“Hari Tani Nasional bukan hanya milik para petani, tapi milik kita semua. Tumpeng ini adalah simbol rasa syukur dan dukungan kami kepada perjuangan petani Indonesia,” ucap Kombes Susatyo penuh makna, di Jakarta Pusat, Rabu, 24 September 2025.

Aksi damai ini diikuti berbagai elemen masyarakat: dari petani ubi kayu asal Lampung, Komite Perjuangan Pertanian Rakyat (KPPR), hingga mahasiswa BEM SI Kerakyatan dan aktivis Koalisi Reforma Agraria. Semuanya bersatu dalam satu suara: menuntut keadilan agraria dan penguatan hak atas tanah.

Foto: Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya saat merayakan suasana Hari Tani di Jakarta Pusat, Rabu, 24 September 2025

Kehadiran polisi yang biasanya menjadi penjaga keamanan, kini berubah wajah menjadi simbol kedekatan dan kolaborasi. “Kami hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tapi juga untuk merawat demokrasi dan memastikan suara rakyat terdengar dengan damai,” ujar Susatyo.

Tak ada kericuhan. Tak ada ketegangan. Yang ada justru adalah semangat gotong royong dan rasa hormat. Aksi berakhir tertib dan damai, meninggalkan pesan kuat: bahwa perjuangan bisa dilakukan tanpa konflik, dan bahwa negara hadir ketika rakyat bersuara. (@ms)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.