Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M., menepis tudingan sejumlah media yang menyebut adanya kejanggalan dalam pembangunan rumah dinas pimpinan dewan. Ia menegaskan, proyek yang dimaksud bukan pembangunan rumah dinas baru, melainkan rehabilitasi aula yang telah melalui prosedur resmi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Sumardi menyampaikan keprihatinannya atas munculnya pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang dan cenderung menggiring opini publik ke arah negatif.
“Ya, kita sangat menyayangkan pemberitaan yang beredar tidak berdasarkan fakta. Saya berharap agar pemberitaan tersebut segera dikoreksi, karena bisa memicu prasangka negatif di masyarakat,” ujar Sumardi, Jumat (24/10).
Ia menambahkan, seluruh proses administrasi kegiatan tersebut telah sesuai aturan dan ditandatangani oleh Sekretaris Dewan (Sekwan).
“Soal pembangunan rumdin itu sangat jelas, baru sebatas rehab aula. Semua proses administrasi juga sudah sesuai aturan dan diteken oleh Sekwan. Jadi, pemberitaan yang menyebut hal lain itu sangat berlebihan dan menyesatkan,” tegasnya.
Sumardi juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dimaksud belum dikerjakan, baru sebatas rencana dan penganggaran. Ia menekankan, urusan teknis pengelolaan keuangan bukan menjadi ranah anggota dewan.
“Tugas kami hanya mendorong agar apa yang sudah diprogramkan dan dianggarkan bisa segera berjalan dan terealisasi. Bukan kami yang mengelola keuangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sumardi menyatakan tidak menutup ruang kritik dari media, namun berharap agar pemberitaan disajikan secara proporsional, berdasarkan data dan konfirmasi dari pihak terkait.
“Saya sangat menghormati peran media sebagai pilar demokrasi. Tapi kalau pemberitaan sudah kelewatan dan mendiskreditkan, tentu kami akan mempertimbangkan langkah hukum atau melaporkannya ke Dewan Pers,” pungkasnya.
Ia berharap, peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara lembaga publik dan media semakin baik, sehingga informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Tinggalkan Balasan