SEMARANG, Berita Merdeka Online — Penyelenggara Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 terus mengintensifkan promosi nasional dengan menggelar market sounding di Hotel Novotel Semarang, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi menuju penyelenggaraan The Second Bali Wellness and Beauty Expo 2026 yang akan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, KEK The Sanur Bali.
Managing Director BWB Expo, Dr. Diah Permana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan konsep acara sekaligus membuka ruang komunikasi dengan pelaku industri wellness dan kecantikan di daerah.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari asosiasi industri, pemilik merek, distributor, praktisi, hingga pelaku UMKM yang bergerak di bidang kesehatan dan gaya hidup.
“Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan pasar regional yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan industri berbasis kesehatan dan gaya hidup,” ujar Dr. Diah Permana, alumni Doktor Pariwisata Universitas Udayana.
Dengan pendekatan ini, penyelenggara berharap mampu membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pelaku usaha lokal dengan jaringan nasional dan internasional.
Pemilihan Semarang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi dan distribusi di Jawa Tengah, sehingga dinilai tepat untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus mendorong keterlibatan pelaku industri dari berbagai wilayah sekitar.
Pada edisi 2026, BWB Expo menargetkan sekitar 150 peserta pameran dan 5.000 pengunjung profesional.
Target tersebut meningkat dibanding penyelenggaraan pertama pada 2025 yang mencatat lebih dari 3.000 pengunjung profesional serta menampilkan ratusan merek wellness dan beauty dari berbagai negara.
Di sisi lain, pertumbuhan industri wellness global turut menjadi latar belakang optimisme penyelenggara.
Sektor ini diperkirakan memiliki nilai ekonomi mencapai USD 6,8 triliun dan terus berkembang pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan holistik.
Indonesia sendiri memiliki potensi besar dengan kontribusi ekonomi wellness sekitar USD 55,8 miliar di kawasan Asia Tenggara.
Project Director BWB Expo, Feri Agustian Soleh, menilai momentum pertumbuhan industri global harus dimanfaatkan pelaku usaha nasional.
Ia menyebut Indonesia memiliki keunggulan pada produk berbasis kearifan lokal, sumber daya alam, serta layanan wellness tradisional yang semakin diminati pasar internasional.
Selain menghadirkan pameran, BWB Expo 2026 juga dirancang sebagai platform terpadu yang mencakup kegiatan business matching, diskusi industri, presentasi produk, hingga program interaktif yang memungkinkan interaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen.
Kegiatan market sounding di Semarang melengkapi rangkaian promosi sebelumnya di Solo dan Yogyakarta, serta akan dilanjutkan ke sejumlah kota lain untuk memperkuat jejaring industri wellness dan beauty nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Mualim
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan