PIDIE, ACEH | Berita Merdeka Online – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdagkop UKM) akan menggelar operasi Pasar Murah di enam kecamatan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 12 hingga 17 Maret 2026.

Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok, sekaligus menstabilkan harga pangan di pasaran menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Pidie, Cut Afrianidar, S.H., M.Si., C.P.M.P., mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Surat Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Nomor 510/727/III/2026 tentang pemberitahuan pelaksanaan operasi pasar murah di enam kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pidie.

“Pelaksanaan pasar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan di daerah,” ujar Cut Afrianidar kepada sejumlah media, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan pasar murah Pemerintah Kabupaten Pidie yang menyediakan bahan pokok bersubsidi bagi masyarakat selama bulan Ramadhan.

Menurutnya, pasar murah akan dilaksanakan secara bergilir di enam kecamatan agar masyarakat dari berbagai wilayah dapat memanfaatkan program tersebut secara merata.

Adapun jadwal pelaksanaan pasar murah tersebut meliputi Kecamatan Tiro/Truseb pada Kamis, 12 Maret 2026, Kecamatan Glumpang Tiga pada Jumat, 13 Maret 2026, Kecamatan Geumpang pada Sabtu, 14 Maret 2026, Kecamatan Mane pada Minggu, 15 Maret 2026, Kecamatan Keumala pada Senin, 16 Maret 2026, serta Kecamatan Titeue pada Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam kegiatan ini, pemerintah daerah menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau karena mendapatkan subsidi dari pemerintah. Beberapa komoditas yang disiapkan antara lain beras Yusima Cap 2 Mawar, gula pasir, minyak goreng merek Bimoli, serta telur ayam layer.

Cut Afrianidar menjelaskan bahwa program pasar murah ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menjadi strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi di sektor pangan.

“Dengan adanya pasar murah ini kita berharap masyarakat, khususnya yang masih kekurangan, dapat terbantu memenuhi kebutuhan dapur selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kebutuhan bahan pokok selama bulan Ramadhan kerap memicu kenaikan harga di pasar. Oleh karena itu, kehadiran pasar murah diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program intervensi ekonomi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kenaikan harga bahan pokok.

Pemkab Pidie juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program pasar murah ini secara bijak sesuai kebutuhan rumah tangga masing-masing.

Pemerintah daerah berharap program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat selama bulan suci Ramadhan, tetapi juga dapat mendorong stabilitas ekonomi daerah serta memperkuat daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. (J3F)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.