Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu resmi membuka perhelatan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) dan HIPMI Expo 2026. Acara yang dipusatkan di depan Kraving Roasting, Coffee Bar, Bakery & Billiard Yodan District II tersebut menjadi tonggak komitmen para pengusaha muda dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bumi Merah Putih agar mampu bersaing di kancah nasional.

‎Akselerasi UMKM Naik Kelas: BPD HIPMI Bengkulu Gelar Forum Bisnis Daerah, HIPMI Expo dan Wacanakan Revitalisasi Kampung Cina.


‎Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan para pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, HIPMI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan UMKM lokal tidak sekadar bertahan, namun benar-benar “naik kelas”.

‎”Kita berkomitmen membantu UMKM di Bengkulu untuk naik kelas. Namun, untuk mencapainya, pelaku usaha harus menjadi pengguna (user) yang kompeten. Artinya, diperlukan pelatihan berkelanjutan dan pengembangan kompetensi yang mumpuni,” ujar Yosia, Senin (27/4/2026).

‎Selain faktor kompetensi, Yosia menekankan pentingnya perluasan jaringan (networking). Untuk itu, Forbisda kali ini turut mengundang sejumlah tokoh nasional dan praktisi lintas sektor, mulai dari anggota DPR RI, staf khusus Menteri Investasi, hingga Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin). Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu membuka cakrawala para pelaku UMKM mengenai korelasi antara pemahaman hukum dan pertumbuhan ekonomi.

‎”Teman-teman akan kita fasilitasi agar memiliki pola pikir maju. Mereka harus paham mengenai ekonomi dan hukum yang berlaku di Indonesia agar saat memulai atau mengembangkan bisnis, akselerasinya bisa maksimal,” tambah Yosia. Sebagai wadah pembinaan, HIPMI Bengkulu juga telah meluncurkan HIPMI Center yang siap menjadi pusat pelatihan bagi para anggotanya.

‎Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang IX BPD HIPMI Bengkulu, Dwi Ressy Oktiyana, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Bengkulu yang konsisten memberikan arahan dan dukungan. Salah satu poin krusial dalam kolaborasi ini adalah rencana pengembangan kawasan sejarah “Kampung Cina” sebagai pusat kuliner dan UMKM.

‎”Pemerintah siap mengajak HIPMI Culinary Indonesia (HCI) Bengkulu untuk berkolaborasi memajukan Kampung Cina. Kami siap membantu dari sisi pemasaran digital maupun luring (offline) agar kawasan tersebut kembali berdenyut,” jelas Dwi.

‎Ketua HCI Bengkulu, M. Rofiq Akbar, menyambut baik peluang pengelolaan kawasan Kampung Cina tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini sudah terdapat sekitar 25 anggota HCI yang siap berkontribusi.

‎”Kami berharap ada langkah tindak lanjut yang nyata setelah pertemuan dengan Wali Kota dan Kepala Dinas, agar Kampung Cina benar-benar menjadi pusat UMKM yang berdaya saing,” kata Rofiq.

‎Sementara itu, Wali Kota Bengkulu yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif HIPMI.

‎”Pemerintah Kota berkomitmen untuk menindaklanjuti kerja sama pengelolaan kawasan Kampung Cina agar dapat dikelola secara profesional oleh HIPMI Bengkulu demi kesejahteraan para pelaku usaha lokal,” ujarnya.

‎Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada tanggal 29 mendatang juga akan dilaksanakan pelantikan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Bengkulu. Agenda ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi komoditas kopi unggulan Bengkulu agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah di pasar internasional.

‎Melalui sinergi antara kompetensi, jaringan, dan dukungan kebijakan pemerintah, HIPMI Expo 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi kreatif di Provinsi Bengkulu.