SEMARANG, Berita Merdeka Online – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-479 Kota Semarang dimanfaatkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) untuk menghadirkan terobosan inovasi digital yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.

Kepala Diskominfo, Didik Dwihartono, menyebutkan ada tiga inovasi prioritas yang segera diluncurkan, yakni Semarang Virtual Tour, Semarang Dalam Genggaman Saya (SDGS), dan AISA (AI Solusi Sampah).

Ketiganya dirancang untuk memperkuat pelayanan publik, memperluas promosi daerah, serta mempercepat penanganan persoalan lingkungan berbasis teknologi.

“Ini program prioritas yang kami siapkan untuk masyarakat Kota Semarang sekaligus sebagai kado Hari Jadi Kota Semarang,” ujar Didik, Selasa (28/4).

Semarang Virtual Tour

Program pertama, Semarang Virtual Tour, akan menjadi etalase digital yang memperkenalkan potensi kota kepada publik, termasuk calon investor. Platform ini menghadirkan pengalaman menjelajah kota secara virtual dengan sekitar 117 objek, mulai dari destinasi wisata, kampus, rumah sakit, kawasan investasi, hingga fasilitas pendidikan.

Peluncurannya dijadwalkan dalam agenda dialog nasional Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) di Gumaya Tower Hotel. Menurut Didik, platform ini tidak hanya mempromosikan wisata, tetapi juga menjadi media strategis untuk memperkenalkan iklim investasi daerah.

Kantor Pemerintah Kota Semarang

Semarang Dalam Genggaman Saya

Inovasi kedua, Semarang Dalam Genggaman Saya (SDGS), merupakan aplikasi layanan terpadu yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan publik dalam satu platform. Fitur yang tersedia mencakup layanan kependudukan, informasi publik, kartu pelajar, antrean puskesmas, hingga integrasi dengan Semarang Virtual Tour.

Aplikasi ini rencananya diluncurkan saat puncak perayaan HUT di kawasan Simpang Lima dan dapat diunduh melalui Play Store.

AI Solusi Sampah

Sementara itu, inovasi ketiga AISA (AI Solusi Sampah) difokuskan pada pengawasan kebersihan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sistem berbasis kecerdasan buatan ini memanfaatkan CCTV untuk mendeteksi kondisi TPS yang penuh atau sampah yang meluber.

Saat ini, AISA telah diuji coba di 35 dari total 255 TPS di Kota Semarang. Jika terdeteksi penumpukan sampah, sistem akan mengirim notifikasi otomatis ke petugas. Apabila tidak segera ditangani, laporan akan meningkat secara berjenjang hingga ke pimpinan daerah.

“Teknologi ini membantu percepatan penanganan sampah, jadi tidak harus menunggu laporan warga,” jelas Didik.

Kedepannya, Pemerintah Kota Semarang berencana memperluas penerapan AISA ke 120 TPS tambahan melalui anggaran perubahan tahun ini.

Melalui tiga inovasi tersebut, Diskominfo menegaskan bahwa transformasi digital di Kota Semarang tidak sekadar jargon, tetapi hadir sebagai solusi konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat promosi daerah, dan mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih modern.(day)