Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Fokus utama yang kini menjadi sorotan adalah kelanjutan pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau dan pengembangan pelabuhan guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam keterangannya baru-baru ini, Sultan mengungkapkan bahwa langkah pengawalan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan besar para tokoh Sumbagsel yang berlangsung di Palembang sekitar tiga minggu lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet yang berasal dari wilayah Sumbagsel serta seluruh gubernur di kawasan tersebut.
”Saya menghadiri acara Sumbagsel di mana semua tokoh berkumpul. Kami dengan seluruh menteri dan gubernur telah membangun komitmen bersama. Kami diminta untuk menggerakkan seluruh sumber daya manusia (SDM) asal Sumbagsel, termasuk dari Provinsi Bengkulu, untuk mendorong program-program prioritas,” ujar Sultan, usai memberikan kuliah umum di kampus IV UMB, Senin (11/5/2026).
Sultan menyadari bahwa dinamika kebijakan nasional saat ini tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan penyesuaian kebijakan negara. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bengkulu di tingkat pusat. Sebagai putra daerah, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan konektivitas Bengkulu tidak terisolasi.
”Kita akan terus memperbarui perkembangan dan mendorongnya. Memang ada efisiensi dan penyesuaian kebijakan, tetapi saya sebagai putra Bengkulu tentu sudah menyiapkan langkah-langkah strategis agar program prioritas ini tetap berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sultan menjelaskan bahwa visi pembangunan yang ia usung bersifat komprehensif. Selain jalan tol yang akan memangkas waktu tempuh antara Bengkulu dan Sumatra Selatan, pengembangan pelabuhan juga menjadi agenda krusial. Integrasi antara akses jalan bebas hambatan dan pelabuhan yang mumpuni diyakini akan menjadi kunci utama dalam membuka gerbang ekspor-impor di pesisir barat Sumatra.
Pembangunan Tol Bengkulu-Lubuklinggau sendiri dinilai sangat vital. Jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai urat nadi logistik yang akan menurunkan biaya distribusi barang. Dengan adanya dukungan penuh dari DPD RI dan kolaborasi lintas sektor di Sumbagsel, diharapkan proyek ini segera masuk kembali dalam daftar prioritas pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Sultan optimistis bahwa dengan persatuan para pemimpin daerah dan tokoh nasional asal Sumatra, hambatan birokrasi maupun anggaran dapat dicarikan solusinya demi kesejahteraan masyarakat luas.
“Kita dorong terus, ini demi kemajuan ekonomi kita bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan