JEDDAH, Berita Merdeka Online — Rombongan Amirul Hajj Indonesia gelombang kedua yang tergabung dalam Tim KH Ahmad Dahlan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) sore waktu setempat.

Kedatangan rombongan dipimpin langsung Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf selaku Amirul Hajj 2026.

Sejumlah tokoh nasional turut mendampingi dalam rombongan tersebut, di antaranya Abdul Muhaimin Iskandar, Romo Syafi’i, Ilfi Nurdiana, Muhadjir Effendy, serta sejumlah anggota Amirul Hajj lainnya.

Setibanya di bandara, rombongan langsung menyapa jemaah asal Indonesia dari Kloter KJT 37 Bekasi yang baru mendarat di Tanah Suci.

Dalam kesempatan itu, Irfan Yusuf memastikan persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimaksimalkan menjelang fase terpenting pelaksanaan haji 1447 Hijriah.

Menurutnya, mayoritas jemaah Indonesia kini telah berada di Arab Saudi dan tinggal menunggu kedatangan kelompok berikutnya.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan terakhir, sekitar 93 persen jemaah Indonesia sudah berada di Tanah Suci. Mudah-mudahan seluruh proses kedatangan berjalan lancar hingga tuntas,” ujar Irfan Yusuf.

Ia menjelaskan, Amirul Hajj memiliki tanggung jawab memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.

“Fokus kami memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, jemaah terlayani dengan baik, dan semuanya pulang dengan selamat serta memperoleh haji yang mabrur,” katanya.

Dalam keterangannya, Irfan Yusuf juga menyampaikan perkembangan positif terkait kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, angka jemaah wafat pada musim haji tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga hingga seluruh tahapan ibadah, terutama saat memasuki fase Armuzna yang dikenal cukup berat secara fisik.

Pemerintah bersama petugas haji terus melakukan evaluasi harian guna mengantisipasi berbagai kendala teknis selama puncak ibadah haji berlangsung.

Sejumlah aspek seperti mobilisasi jemaah, transportasi, hingga distribusi konsumsi menjadi perhatian utama dalam pembahasan tersebut.

Menurut Irfan Yusuf, kesiapan Armuzna menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini.

“Kalau proses Armuzna berjalan lancar, maka sebagian besar tahapan penyelenggaraan haji bisa dikatakan sukses,” ujarnya.

Irfan Yusuf juga mengapresiasi kerja keras petugas haji Indonesia yang terus bekerja di lapangan sejak awal kedatangan jemaah hingga menjelang puncak ibadah.

Ia menilai para petugas menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Menjelang wukuf di Arafah, Menteri Haji dan Umrah RI mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebihan.

Ia meminta jemaah bijak mengatur tenaga, termasuk membatasi umrah sunnah berulang yang berpotensi menguras stamina sebelum memasuki fase puncak haji.

Selain itu, Irfan Yusuf juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak mengadakan agenda city tour sebelum rangkaian Arafah selesai agar kondisi fisik jemaah tetap prima.

“Jemaah harus menjaga kesehatan dan energi agar siap menjalani wukuf serta rangkaian Armuzna,” tegasnya. (af)