BENGKULU TENGAH, BERITA MERDEKA ONLINE – Pemerintah Desa Datar Penokot, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027, Rabu (27/8/2026).
Musyawarah tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan arah program dan kegiatan Pemerintah Desa Datar Penokot pada tahun anggaran 2027. Forum ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta usulan pembangunan berdasarkan kebutuhan desa.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Datar Penokot itu dihadiri Kepala Desa Datar Penokot Arpen Mahyudi, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, pendamping desa, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Datar Penokot, Arpen Mahyudi, mengatakan Musdes RKPDes merupakan forum strategis untuk menyusun rencana pembangunan desa secara partisipatif.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar program yang direncanakan pemerintah desa benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga dan mampu memberikan manfaat secara langsung.
“Mari kita bersama-sama menentukan arah pembangunan desa tahun 2027. Semua aspirasi warga akan kita tampung agar program yang dijalankan tepat sasaran dan bermanfaat,” ujar Arpen Mahyudi.
Ia menegaskan, penyusunan RKPDes tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan program pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan, serta peningkatan pelayanan kepada warga.
Dalam forum tersebut, Ketua BPD Desa Datar Penokot menyampaikan komitmen untuk mengawal setiap usulan masyarakat yang disampaikan dalam Musdes.
Pembahasan usulan akan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan prioritas masyarakat serta menyesuaikannya dengan kemampuan dan arah perencanaan pembangunan desa.
Peran BPD menjadi penting dalam memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan melalui mekanisme musyawarah dan mengakomodasi kepentingan masyarakat secara proporsional.
Dengan demikian, hasil Musdes diharapkan tidak hanya menjadi daftar usulan, tetapi dapat menjadi dasar penyusunan program yang realistis, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pendamping Desa turut memberikan arahan teknis terkait proses penyusunan RKPDes Tahun 2027. Arahan tersebut menekankan pentingnya penyusunan perencanaan berdasarkan regulasi serta keselarasan dengan arah pembangunan pemerintah daerah.
Pendampingan diperlukan agar setiap tahapan perencanaan desa dapat dilakukan secara tertib dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Selain itu, aspirasi masyarakat perlu disusun berdasarkan skala prioritas sehingga program yang nantinya masuk dalam RKPDes benar-benar mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak dan memiliki manfaat bagi masyarakat secara luas.
Musyawarah Desa Datar Penokot berlangsung lancar, tertib, dan mendapat antusiasme dari masyarakat. Warga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan serta usulan yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan peningkatan kualitas kehidupan di desa.
Hasil pembahasan dalam Musdes selanjutnya akan menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Desa Datar Penokot dalam menyusun RKPDes Tahun 2027 sekaligus menjadi bahan dalam proses penyusunan rencana anggaran desa.
Melalui perencanaan yang melibatkan masyarakat sejak tahap awal, pemerintah desa diharapkan dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, transparan, dan memiliki manfaat nyata.
Musdes RKPDes 2027 juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif. Pemerintah desa, BPD, pendamping desa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan perencanaan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan.
Dengan adanya kesepahaman melalui forum musyawarah, arah pembangunan Desa Datar Penokot pada 2027 diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terencana serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Amri Junaidi
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan