Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Komitmen Eco Socio Tech School (EST School) Bengkulu dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan diwujudkan melalui keterlibatan Principal Middle School EST School Bengkulu, Rezita Ayu Febriyani, S.Pd., sebagai pemateri dalam Pelatihan Perangkat Pembelajaran yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Pelatihan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai perangkat pembelajaran sekaligus memperoleh bekal praktis sebagai calon guru profesional.
Dalam kegiatan tersebut, Rezita membagikan pengalaman dan praktiknya dalam dunia pendidikan, terutama mengenai penyusunan perangkat pembelajaran secara sistematis untuk mendukung proses belajar yang efektif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Menurut Rezita, perangkat pembelajaran tidak sekadar menjadi kelengkapan administrasi guru, tetapi merupakan bagian penting dalam merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya kemampuan guru dalam mengenali karakteristik peserta didik. Dengan pemahaman tersebut, perangkat pembelajaran dapat dikembangkan menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Selain aspek teknis penyusunan perangkat pembelajaran, pelatihan tersebut juga menekankan pentingnya membangun pola pikir sebagai calon guru profesional. Guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.
“Guru profesional bukan hanya guru yang mampu menyampaikan materi, tetapi juga mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna, memahami kebutuhan peserta didik, dan terus melakukan refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Rezita.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama pelatihan melalui diskusi dan berbagai aktivitas yang menghubungkan konsep perangkat pembelajaran dengan praktik nyata di kelas. Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana rancangan pembelajaran dapat diterapkan dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas serta bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia pendidikan. Mereka juga diharapkan mampu berkembang menjadi calon pendidik yang kompeten, kreatif, adaptif, dan reflektif dalam menghadapi tantangan pendidikan.
Keterlibatan EST School Bengkulu dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara satuan pendidikan dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mendukung penyiapan generasi pendidik yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan pada masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan