PANDAI SIKEK (Sumbar), Beritamerdekaonline.com – Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf) menggelar Workshop SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan) Talenta Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Balai Serbaguna Lapangan Bola MTI Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin (26/10/2026).
Mengusung tema “Dari Ide Jadi Produk Unggulan: Merancang dan Mengemas Produk Lokal Bersama AI”, kegiatan tersebut diikuti 73 peserta yang terdiri atas masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nagari Pandai Sikek.
Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Dony Harso, S.IP., M.Si., saat membuka kegiatan mengatakan, program Aktivasi Desa/Nagari Kreatif merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif di tingkat desa atau nagari.
Menurut Dony, sejumlah direktorat di lingkungan Kemenekraf melaksanakan kegiatan Aktivasi Desa Kreatif secara bersamaan di beberapa lokasi di Kabupaten Tanah Datar.
Pada hari ini, Senin (26/10/2026), Direktorat Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi menggelar kegiatan di Lapangan Bola Koto Tinggi, sedangkan Direktorat Konten Digital melaksanakan kegiatan di Aula Serbaguna Baruah Pasar Pandai Sikek.
Kegiatan tersebut berlanjut pada esok, Selasa (27/10/2026), dengan Direktorat Fasilitasi dan Infrastruktur Kreatif di Aula Kantor Wali Nagari Pandai Sikek, Direktorat Fesyen di Aula Serbaguna Baruah, serta Direktorat Musik di Aula Lapangan Bola Koto Tinggi.
“Pelaksanaan kegiatan secara bersamaan ini mencerminkan komitmen dan sinergi lintas subsektor di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” kata Dony.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tanah Datar memiliki kekayaan tradisi, budaya, dan kreativitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai tambah. Potensi tersebut perlu dilestarikan sekaligus dikembangkan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Melalui program SIAP, Kemenekraf mendorong pemanfaatan teknologi digital yang praktis dan dapat diterapkan langsung oleh pelaku usaha. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan dan mengembangkan talenta di bidang industri jasa TIK.
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menggali ide produk, membangun identitas merek, serta merancang label dan kemasan.
Teknologi AI diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengeksplorasi nama produk, menyusun cerita merek, membuat rancangan awal kemasan, hingga mengembangkan materi promosi dengan lebih mudah, termasuk melalui perangkat telepon seluler.
Dony berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menghasilkan karya yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh peserta untuk meningkatkan daya saing produk.
Melalui sesi praktik, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi keunikan produk, menyusun nama dan citra merek, serta menghasilkan rancangan label atau kemasan sebagai langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar.

“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif, memanfaatkan sesi praktik sebaik-baiknya, dan berdiskusi dengan narasumber maupun sesama peserta. Pengetahuan yang diperoleh akan semakin bermanfaat apabila diterapkan secara konsisten sesuai dengan karakter dan kebutuhan usaha masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar, Inhendri Abbas, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kemenekraf yang telah mempercayakan Kabupaten Tanah Datar sebagai lokasi pelaksanaan program SIAP Talenta Jasa TIK Aktivasi Desa Kreatif.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan pelaku ekonomi kreatif mengembangkan usaha.
Menurut Inhendri, Nagari Pandai Sikek memiliki potensi budaya yang kuat dan dikenal dengan kerajinan tenun khasnya. Potensi tersebut merupakan aset berharga yang perlu dilestarikan sekaligus dikembangkan menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi, kata dia, pelaku usaha dituntut mampu menghasilkan produk berkualitas, membangun merek, merancang kemasan menarik, serta memasarkan produk secara kreatif agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“AI dapat menjadi mitra bagi pelaku usaha untuk menggali ide, membuat desain, menyusun konten promosi, serta mengembangkan strategi pemasaran secara lebih efektif dan efisien,” katanya.
Meski demikian, Inhendri menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus memperkuat, bukan menghilangkan, identitas budaya dan kearifan lokal. Produk Tanah Datar, menurutnya, tetap harus bertumpu pada kreativitas masyarakat, kualitas, keaslian, dan nilai-nilai budaya daerah.
Ia menambahkan, Aktivasi Desa Kreatif di Nagari Pandai Sikek sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam membangun pusat kreativitas anak muda dan sarana olahraga di nagari.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, berinovasi, menciptakan peluang usaha, serta membuka lapangan kerja di nagari masing-masing.
Inhendri berharap pusat kreativitas anak muda dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda, pelaku UMKM, perajin, komunitas seni dan budaya, serta talenta digital untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan usaha kreatif.
Ia juga mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi agar nagari menjadi pusat pertumbuhan kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan talenta digital yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata berupa desain, kemasan, identitas merek, maupun materi promosi yang dapat langsung dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Riwud Mujirahayu, TAM Bidang Renkeu dan Program Ekraf, perwakilan Bupati Tanah Datar melalui Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Inhendri Abbas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), perwakilan camat dan wali nagari, serta awak media.
Melalui kegiatan ini, Kemenekraf dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap potensi lokal Nagari Pandai Sikek dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan daya saing, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
(Charles Nasution)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan