Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Rembuk Pemuda Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pemuda melalui berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut menjadi fokus organisasi setelah mengikuti Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RNPI) ke-3 di Jakarta.

Sebanyak 16 delegasi Rembuk Pemuda Sultra hadir dalam forum nasional tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi sekaligus membawa semangat gerakan pemuda ke daerah.

Koordinator Rembuk Pemuda Sultra, Rivaldi Rusdi, mengatakan organisasi yang dideklarasikan pada 10 November 2024 itu mengusung filosofi “Berrembuk, Beraksi, dan Berdampak”.

Menurut Rivaldi, filosofi tersebut harus diwujudkan melalui kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi slogan organisasi.

“Sebisa mungkin teman-teman Rembuk Pemuda yang ada di daerah bergerak untuk melakukan hal-hal positif, yang kemudian bagaimana itu bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar Rivaldi.

Ia menjelaskan, keberadaan Rembuk Pemuda di Sulawesi Tenggara mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Sejumlah kepala daerah bahkan turut menjadi dewan pembina dan penasihat organisasi.

Pasca-pelantikan, Rembuk Pemuda Sultra kini mulai menyusun program kerja dengan memprioritaskan kegiatan sosial. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Rivaldi menyebut langkah itu sejalan dengan arahan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong berbagai elemen masyarakat ikut berkontribusi membantu rakyat.

“Untuk Sultra khususnya, kita akan banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Karena sebagaimana arah dari pemerintahan hari ini, dalam hal ini Bapak Prabowo Subianto, untuk bagaimana bisa membantu rakyat,” katanya.
Rivaldi juga mengajak generasi muda di seluruh Indonesia untuk lebih mengutamakan kerja nyata dibandingkan memperbanyak perdebatan dan wacana.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan keterlibatan aktif pemuda melalui gagasan, kepedulian, dan tindakan yang bisa dirasakan langsung.

“Harapannya untuk pemuda di Indonesia, jangan terlalu banyak bicara tapi perbanyak aksi. Karena sekarang rakyat kita butuh aksi nyata,” pungkasnya. (@ms)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.