Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Mayjen TNI (Purn) H. Syamsir Siregar, meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Adiyaksa Cipayung, Jakarta Timur, sekitar pukul 07.35 WIB.

Informasi mengenai kabar duka tersebut diterima redaksi pada Selasa pagi. Syamsir Siregar dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki perjalanan panjang di bidang militer dan intelijen.

Syamsir merupakan lulusan Akademi Militer Nasional tahun 1965. Karier militernya banyak ditempa di lingkungan infanteri dan Kostrad. Ia tercatat pernah bertugas di Yonif 305/Kostrad dan Yonif 412/Kostrad, serta menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Komandan Brigif 9/Kostrad Jember dan Kepala Staf Divisi Infanteri I/Kostrad.

Pada 1992–1994, Syamsir dipercaya memimpin Komando Daerah Militer II/Sriwijaya. Setelah itu, ia memasuki lingkungan intelijen dan dipercaya menjadi Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA) pada 1994–1996.

Kariernya di bidang intelijen kemudian mengantarkannya ke posisi Kepala BIN. Syamsir dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala BIN pada 8 Desember 2004 di Istana Negara, menggantikan Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono.

Syamsir memimpin BIN hingga 22 Oktober 2009. Selama masa kepemimpinannya, Indonesia menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk ancaman terorisme, dinamika politik nasional, serta perkembangan situasi keamanan kawasan.

Pengalaman panjangnya di bidang militer dan intelijen membuat Syamsir dikenal sebagai salah satu tokoh senior yang memiliki perhatian terhadap perkembangan keamanan nasional.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala BIN, ia masih beberapa kali muncul dalam pemberitaan terkait pandangannya mengenai situasi nasional.

Sejumlah catatan biografi menyebut Syamsir Siregar lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 23 Oktober 1941. Sebagian besar perjalanan hidupnya dihabiskan dalam pengabdian melalui institusi militer dan intelijen.

Kepergian Syamsir Siregar menjadi duka bagi keluarga besar TNI dan komunitas intelijen Indonesia. Ia meninggalkan rekam jejak panjang sebagai perwira TNI Angkatan Darat sekaligus mantan pimpinan lembaga intelijen negara.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai rencana pemakaman dan prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum  dipetang pukul 16:00 Wib berdasarkan keterangan dari pihak keluarga. (@ms)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.