Foto: Ketika Menteri PKP, Maruarar Sirait saat berswa foto dengan pembicara seminar Natal 2026, di Karawaci

Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Perayaan Natal ke-10, dalam suasana penuh syukur dan kesederhanaan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan pesan yang menembus sekat seremoni. Bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi arah bangsa.

Pembangunan, menurut Ara – sapaan akrabnya – tidak boleh berhenti pada angka dan proyek.

Indonesia harus membangun industri, menciptakan nilai tambah, agar bangsa ini menjadi negara yang kaya dan super kuat, terutama bagi keluarga-keluarga Indonesia. Kekuatan bangsa, katanya, selalu berakar dari rumah yang kokoh dan nilai yang dijaga.

“Kita bisa merayakan Natal yang sederhana dan terbuka,” ujarnya.
Pesan itu kembali ia sampaikan dalam Seminar Nasional 2026 di Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Selasa, 3 Februari 2026.

“Natal sederhana dengan jeruk Berastagi, buah nanas Subang, dan kebersamaan-menjadi simbol bagaimana iman dan nilai diterjemahkan dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

Ara mengajak semua pihak untuk konsisten menerjemahkan arahan Presiden dalam tindakan sehari-hari. Kemauan pimpinan, katanya, harus dipahami dengan jujur dan dilaksanakan dengan benar.

Terkadang, konflik tak terhindarkan untuk menegakkan kebenaran. Namun dalam prinsip dan nilai toleransi, tidak ada ruang untuk kompromi.

Ia juga menyoroti peran dunia usaha dan komunitas. “Astra telah membagikan lebih dari 30 ambulans ke seluruh Indonesia. Sekitar 100 gereja mendapat dukungan melalui kolaborasi dengan James Riady. Sebuah gedung Sekolah Tinggi Alkitab dibangun di Wamena, dan 30 ribu Alkitab dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kita tidak boleh eksklusif,” tegas Ara dalam Seminar Nasional ke-10 itu. Institusi yang paling dasar adalah keluarga dan komunitas. Ia mengapresiasi peran PGI dan KWI dalam merumuskan tema besar kebersamaan ini.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Ara menyatakan akan mendukung 10 orang terbaik dari UPH untuk dibina menjadi pengusaha. Ia juga menyampaikan kerinduannya akan lahirnya “James, James Riady yang baru” sosok yang berani menyerahkan tanahnya untuk rumah susun, membela yang benar, dan membantu yang lemah.

Menutup sambutannya, Ara berkata dengan nada rendah namun tegas:
“Doakan saya agar terus menegakkan kebenaran dan keadilan.”

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan lima unit ambulans dari Astra, menjadi simbol bahwa iman, kepemimpinan, dan tindakan nyata harus selalu berjalan beriringan.

Bantuan sosial pun terus diperluas. Namun ia menegaskan, Natal tidak harus mewah. (@ms)