Pangkalpinang, BeritaMerdekaOnline.com – Situasi politik dan sosial di Bangka Belitung yang semula diprediksi memanas pada Senin, 6 Oktober 2025, mendadak berubah arah. Aliansi Pemuda Pangkalpinang (APP) secara resmi mengumumkan menarik diri dari aksi demonstrasi besar-besaran yang sedianya digelar di kantor pusat PT Timah Tbk, Pangkalpinang.

Lihat Juga:  Aliansi Pemuda Pangkalpinang Siap Turun ke Jalan: Ribuan Massa Akan Guncang PT Timah 6 Oktober

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan pada Sabtu (4/10/2025) malam melalui pesan singkat yang diteruskan ke sejumlah media. Ketua APP, Salman Ahda Ferdian, menegaskan bahwa keputusan menarik diri diambil setelah melakukan evaluasi internal.

Sebelumnya, Aliansi Pemuda Pangkalpinang digadang-gadang akan menurunkan ribuan massa untuk mendukung gerakan rakyat penambang. Mereka bahkan sudah menyiapkan konsolidasi dengan elemen masyarakat dari berbagai wilayah, mulai Pangkalpinang, Bangka Selatan, Bangka Induk, Bangka Tengah, hingga Bangka Barat.

Namun, dalam klarifikasinya, Salman menyebut pihaknya lebih memilih mengambil langkah strategis demi menjaga kondusifitas daerah.
“Kami atas nama Aliansi Pemuda Pangkalpinang resmi menarik diri dari aksi pada 6 Oktober 2025. Keputusan ini diambil untuk kebaikan bersama dan demi menjaga stabilitas sosial di Bangka Belitung,” kata Salman dalam rilis singkatnya.

Aksi demonstrasi 6 Oktober sebelumnya dipicu keresahan masyarakat penambang terhadap kebijakan dan pengelolaan PT Timah Tbk yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Ribuan keluarga di Bangka Belitung menggantungkan hidup pada industri timah. Ketidakjelasan regulasi serta tarik ulur kebijakan dituding memicu keresahan sosial yang berpotensi melebar menjadi konflik terbuka.

Aliansi Pemuda Pangkalpinang pada awalnya menyatakan siap berdiri di garda depan bersama penambang. Mereka menuntut pemerintah pusat dan PT Timah Tbk segera merespons aspirasi rakyat agar tidak terjadi gejolak berkepanjangan.

“Kami ingin suara rakyat penambang didengar. Namun perjuangan ini harus damai, bukan menjadi ajang provokasi,” ucap Salman dalam pernyataannya sebelumnya, Jumat (3/10/2025) malam.

Mundurnya APP dari barisan aksi sontak menimbulkan pertanyaan besar. Banyak pihak menilai, keputusan ini bisa memengaruhi jumlah massa yang hadir di lapangan. Bahkan, spekulasi pun bermunculan terkait alasan sebenarnya di balik langkah mendadak ini.

Meski demikian, kelompok penambang rakyat yang tergabung dalam Aliansi Tambang Rakyat Bersatu menegaskan aksi tetap berjalan. Ribuan massa diprediksi tetap memenuhi kantor pusat PT Timah Tbk, menjadikannya salah satu aksi terbesar dalam sejarah Bangka Belitung.

Keputusan APP menarik diri tidak serta-merta meredam ketegangan. Warga Bangka Belitung masih menunggu langkah nyata pemerintah dan PT Timah Tbk. Jika aspirasi penambang terus diabaikan, potensi gejolak sosial diyakini akan semakin membesar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun PT Timah Tbk mengenai sikap mereka setelah mundurnya APP. Namun publik menilai, momen ini harus dijadikan peluang bagi pemerintah untuk segera duduk bersama rakyat penambang dan mencari solusi berkeadilan. (Red)