Takengon, Berita Merdeka Online — Satuan Narkoba Polres Aceh Tengah menggelar konfrensi pers atas penangkapan 12 kasus Narkotika di wilayah hukum Aceh Tengah, dihalaman kantor Marlas Polres setempat (13/10/2022).

Kapolres Aceh Tengah AKBP Nurochman Nulhakim.S.IK melalui Waka Polres Kompol Edwin Aldro SH, MH, dalam konprensi pers tersebut mengatakan dalam rentang waktu dua bulan terakhir ini, september dan oktober telah mengukap 12 kasus dimana dengan rincian kasus Sabu 10 kasus dan 2 kasus Ganja, dan ini semua dalam proses penyidikan. jumlah tahanan ada 18 orang dimana yang hadir hanya sekita 12 orang, sementara yang lainnya di tahanan berikut inisialnya

Kedelapan belas pelaku berhasil ditangkap berdasarkan Informasi dari masyarakat adalah
LP.A/118/IX/ 2022/Narkoba/Res Ateng , Kamis 01 September 2022 .
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
Tsk : M Bin A , 28 Thn, Mahasiswa , Kp Paya Seringi.
Bb : 1,25 gr Sabu
Tkp : Hakim Bale Bujang,
LP.A/119/IX /2022 /Narkoba/Res Ateng, Jumat 02 September 2022 .
Mlgr UU no 35 Thn 2009
Tsk : R Bin A
Bb : 0,32 gr sabu
Tkp : Kp.Kayu Kul.
LP.A /120/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Jum’at 02 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
-Tsk : I Bin A
-Tsk : MR Bin S
Bb : 11,14 gr sabu
Tkp : Kp.Kayu Kul.
LP.A /123/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 06 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
-Tsk : IN Binti AK
-Tsk : AM Binti R
Bb : 11,14 gr sabu
Tkp : Kp.Pegasing
LP.A /125/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 08 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
-Tsk : WE Bin B
-Tsk : MR Bin K
-Tsk : R Bin H
Bb : 1,68 gr sabu
Tkp : Kp.Pegasing
LP.A /128/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 13 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
-Tsk : BS
-Tsk : HS
Bb : 2,24 gr sabu
Tkp : Kp.Kala Pegasing
LP.A /129/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 20 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
Tsk : FS Bin S
Bb : 192,48 gr Ganja
Tkp : Kp.Jongok Batin
LP.A /130/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 20 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
Tsk : NS Bin MY
Bb : 1 gr sabu
Tkp : Kp.Gunung Balohen
LP.A /131/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 20 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
Tsk : SB Bin J
Bb : 1,98 gr sabu
Tkp : Kp.Takengon Timur
LP.A /132/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 20 September 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
Tsk : IS Bin S
Bb : 1 gr sabu
Tkp : Kp.Tan Saril
LP.A /136/X/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 05 Oktober 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009
Tsk : M Bin I
Bb : 6,42 gr sabu
Tkp : Kp.Arul Relem
LP.A /140/IX/2022/Narkoba/Res Ateng, Selasa 08 Oktober 2022.
Mlgr UU no 35 Thn 2009 .
Tsk : H Bin D
Bb : 6,950 gr Ganja
Tkp : Kp.Alur Kumer

Senjutnya, perlu kita ketahui bahwa kasus Narkotika adalah hal yang berbahaya dan menjadi atensi kita untuk mencegah serta melakukan penangkapan bagi yang melakukannya, tanpa pandang bulu, terutama diwilayah hukum Polres Aceh Tengah. Polri komit untuk memberantas kasusu- kasus Narkoba ini semaksimal mungkin.

Seperti kita ketahui kasus- kasul narkoba tidak dijalankan sendiri akan tetapi adanya keterkaitan orang lain, dari kasus kasus yang kita tangani telah melakulan pengembangan, dan dimana pengembangannya juga sudah kita tangkap, bukan hanya di wilayah Aceh Tengah, dimana TSK ini juga ada yang di tangkap diluar Aceh Tengah, kata Waka Polres.

Kita juga sudah pra paileng, mengindentivikasi, mendata untuk tidak lanjut dari pengembangan.

” Untuk pengembangan kita butuh waktu sehingga memastikan adanya keterkaitan orang- orang yang terlibat” Ungkap Waka.

Kemudian dari 12 kasus ini ada satu yang menonjol yaitu kasus Ganja yang beratnya sekitar 6,9 Kg dan ini masih terus kita dalami dan upayakan pengembangannya.

Jumlah bb dari penangkapan tersebut Sabu seberat 31,13 gram, bb Ganja seberat 7,1 Kg, imbuh Waka.

Sementara Kasat Narkoba AKP Wawan Darmawan, S.IK menyatakan selama 4 bulan dirinya menjabat jumlah kasus narkoba secara kwantitas jumlah kasusnya menurun tetapi secara kwaltas meningkat dimana ada beberapa kasus kita naikan pencucian uang, dimana kasus pencucian uang itu ( TPPU) merupakan kasus perdana di Polda Aceh yang kita tangani,

Kenapa saya katakan kwantitas menurun dan secara kualitas meningkat, karena banyak para pelaku menggunakan modus baru, diantaranya dia hanya menjual atau bertransaksi kepada orang- orang yang dia kenal, tidak lagi menjual secara sembarangan kesiapa saja yang pesan, seperti yang kita lakukan penangkapan lalu melibatkan 150 orang, namun sekarang tidak lagi seperti itu, walaupun kegiatan itu masih berlangsung hingga sekarang, hal ini disebabkan karena ada pelanggannya terselebung dan tersembunyi.

Namunpun begitu atas kerjasama dari semua pihak terutama masyarakat yang mendukung dan membasmi peredaran narkoba semua itu insya allah akan bisa kita ungkap, kata Kasat Narkoba.

Karenanya dia mengungkapkan sangat mengapresiasi masyarakat atas bantuan dan kerjasamanya mengungkap kasus barang haram itu, jelas Kasat.

Selanjutanya, modus kedua adanya hilang kontak atai terputus antara pembeli dan penjual sehingga sulit kita melakukan pengembangan, ucapnya. Sembari modus lain penjual datang berjalan kaki seakan – akan berpura – pura menawarkan barang dagangan, ungkapnya.

Jadi, terhadap para tersangka ini, kita akan jerat dengan pasal 112 KUHP dan 114 KUHP dimana para tersangka menguasai atau memiliki barang bukti,

Pada kesempatan tersebut Kasat mengharapkan kepada oknum masyarakat dan siapapun dia, untuk berhenti menguasai, memakai atau mengunakan barang haram itu untuk diperdagangkan karena sangat membayakan generasi kita, Tutupnya. (Man)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.