Padang Panjang (Sumbar), BeritaMerdekaOnline.com — Angin kencang melanda Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (6/11/2025) siang, menyebabkan dua rumah warga di Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, mengalami rusak berat. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, sebanyak sembilan warga terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang disiapkan oleh petugas Tagana dan Dinas Sosial setempat.

Berdasarkan laporan Tagana Kota Padang Panjang, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.58 WIB. Hanya dalam hitungan menit, angin kencang berhembus deras dan menyebabkan atap rumah warga beterbangan. Petugas Tagana, Hari Hidayat, yang tengah melintas di kawasan Kebun Sikolos, segera melaporkan kejadian itu setelah melihat rumah yang atapnya jebol dan dindingnya roboh sebagian.

“Peristiwa terjadi di RT 16 Kelurahan Kampung Manggis. Dua rumah dilaporkan rusak berat, sementara total sembilan jiwa terdampak. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi masih dalam pendataan,” ujar Hari Hidayat kepada BeritaMerdekaOnline.com, Kamis sore (6/11/2025).

“Petugas Tagana Padang Panjang mendirikan tenda darurat bagi korban angin kencang di Kelurahan Kampung Manggis.”

Warga yang terdampak kini menempati tenda pengungsian darurat yang didirikan hanya berjarak satu meter dari lokasi rumah mereka. Petugas gabungan segera bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dasar, termasuk kebutuhan sandang, pangan, dan perlengkapan ibadah.

Dinas Sosial Kota Padang Panjang mengerahkan tim lapangan yang dipimpin oleh Kabid PPRS Syafriman Tayib, didampingi oleh penyuluh sosial Susi Mitra Sari dan anggota Tagana lainnya, seperti Ferix Sonanda, Lucky Lukmansyah, Hari Hidayat, Yudha Misson Sachri, Dedi Harmizon, dan Fijay Mustafa.

Dalam upaya tanggap darurat, Dinsos Padang Panjang juga menyalurkan bantuan logistik berupa 7 selimut, 5 kasur, 3 paket family kit, 2 paket pakaian, 2 lembar terpal, 10 paket makanan siap saji, 5 paket lauk pauk, 2 kotak susu, 1 paket perlengkapan ibadah, dan 2 paket sembako.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan rumah warga yang rusak berat. Kami sedang berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan perbaikan darurat,” kata Syafriman Tayib.

Sementara itu, Pusdalops Tagana Kota Padang Panjang terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna memastikan tidak ada korban tambahan serta memantau kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

Fenomena angin kencang seperti ini kerap terjadi di wilayah Sumatera Barat pada masa peralihan musim. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan memastikan keamanan rumah serta lingkungan sekitarnya.

(Charles Nasution – Berita Merdeka Online)