Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Sekolah Eksportir adalah salah satu mitra kerja dalam program kerjasama dengan Kampus Merdeka yang pesertanya kalangan muda (generasi z).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah Eksportir, Handito Joewono kepada awak media di lobby Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, di Gambir Jakarta Pusat, awal oktober lalu.

“Buat kalangan muda yang ingin menjadi eksportir bisa belajar disini, karena animo kalangan muda menjadi eksportir sangat besar sekali,” kata Handito.

Apalagi, keinginan kalangan muda lebih banyak menjadi pebisnis baru. “Era start up kan mulai rontok, sementara sekarang memanfaatkan dunia digital dengan ekspor yang pertumbuhannya lebih cepat,” jelasnya.

Menurutnya, banyak sekali perbedaan eksportir di zamannya (saat Handito jadi eksportir) dibandingkan eksportir kekinian.

“Kalau dulu untuk menjadi eksportir banyak sekali modal yang dibutuhkan seperti kita harus ke luar negeri terlebih dulu, tapi kalau saat ini sudah tidak lagi,” jelasnya.

Sementara, kata dia eksportir kekinian hanya memanfaatkan unsur kemajuan tekhnologi. “Seperti tiktok shop, instagram dan lainnya dan itu alat yang membuat kita lebih mudah,” pungkasnya.

“Sudah saatnya kita (pemerintah) mendukung Eksportir muda dalam memnafaatkan tekhnologi digital ini dengan mempromosikan produk-produk Indonesia, karena sekarang sudah gampang untuk ekspor itu,” ungkap Handito.(@ms)