PANGKALPINANG, BERITA MERDEKA online — Ayak membantah atas tudingan pemberitaan yang menyebutkan dirinya ‘Jagoan Belinyu’ mengkoordinir tambang ilegal di Perairan Teluk Kelabat.
Melalui aplikasi WhatsApp, Ayak mengirimkan pesan klarifikasi kepada Tim Beritamerdeka. Kamis (16/03/23), pukul 20.30 WIB.
“Assamulaikum, selamat malam, saya mau klarifikasi soal pemberitaan yang menyebutkan saya koordinir tambang ilegal. Semua itu tidaklah benar. Saya dilokasi hanya sebagai warga penyanting timah bukan sebagai koordinir tambang ilegal. Itu juga nyanting cuma dapat 1kg dan 2kg.” ujar Ayak saat memberikan klarifikasi kepada tim Beritamerdeka.
Ayak mengatakan, bahwa dirinya sudah hampir satu minggu tidak pernah lagi ke lokasi tambang.
“Silahkan Bapak check disana, lihat saja masih ada tidak ponton penambang ilegal di Pulau Punai. Sudah 1 minggu tidak ada kegiatan disana pak. “kata dia.
Saat disinggung soal pengakuannya mengkoordinir tambang ilegal beberapa hari lalu, Ayak mengaku hilaf.
“Saya hilaf pak, sebenarnya tidak ada oknum anggota polisi membackup kegiatan ilegal itu. Para penambang ini bekerja inisiatif sendiri, tidak ada yang membackup.”ungkap Ayak
Sebelumnya diketahui, Pengakuan ayak sempat mengejutkan tim media Beritamerdeka saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp. Sabtu (11/03/2023) pukul 22.00, Dia membenarkan, bahwa aktifitas yang dikoordinir nya menggunakan sistem koordinasi dan bekerjasama dengan oknum APH.
“Iya kita kerja di dalam IUP PT Timah tapi menggunakan Sistem koordinasi, disamping itu ada cantingan untuk masyarakat dan cantingan untuk teman anggota ini. Karena teman anggota dari BKO Pamvobvit bantu informasi kalau ada razia tambang.”ungkap Ayak. (TIM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan