PURWOREJO – Bak balap kuda, begitulah gambaran perjuangan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo saat melangsir material di lokasi pembangunan jalan Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Senin (10/8/2026).

Menggunakan kendaraan angkut material jenis arko, anggota Satgas harus bekerja ekstra keras melewati medan yang menanjak dan menurun. Untuk menjaga keseimbangan sekaligus mempermudah pengendalian arko, kendaraan tersebut harus ditarik menggunakan tali maupun kayu bercabang.

Cara tersebut dilakukan lantaran kondisi medan di lokasi pembangunan cukup terjal. Jalan yang menanjak dan menurun membuat proses pengangkutan material membutuhkan tenaga ekstra dan kehati-hatian.

Meski demikian, kondisi medan tidak menyurutkan semangat para prajurit. Dengan penuh kekompakan, mereka saling membantu menarik dan mengarahkan arko agar material dapat sampai ke titik pengerjaan.

Salah satu anggota Satgas TMMD, Kopda Edi Sumargo, mengatakan bahwa medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses melangsir material.

“Medannya memang cukup menanjak dan ada juga yang menurun. Jadi saat membawa material menggunakan arko, kami harus menggunakan tali atau kayu bercabang untuk membantu menarik dan mengendalikan arko agar lebih aman,” ujar Kopda Edi.

Menurutnya, cara tersebut memang membutuhkan tenaga tambahan, namun menjadi bagian dari perjuangan Satgas untuk mempercepat pengerjaan sasaran fisik TMMD.

“Kami tetap semangat. Medan seperti ini justru menjadi tantangan yang harus kami hadapi bersama. Yang terpenting material bisa sampai ke lokasi dan pekerjaan terus berjalan,” tambahnya.

Perjuangan Satgas TMMD menaklukkan medan terjal tersebut menjadi gambaran nyata pengabdian prajurit di tengah masyarakat.

Bagi mereka, jalan yang sulit bukan alasan untuk berhenti, melainkan tantangan yang harus ditaklukkan demi mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.