Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu melaksanakan kegiatan Airport Emergency Exercise dan Airport Community Emergency pada Rabu (27/8/2025). Kegiatan ini merupakan simulasi penanggulangan keadaan darurat yang melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari internal bandara, Basarnas, Kepolisian, hingga TNI.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haekal.


‎General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haekal, menjelaskan bahwa simulasi dimulai dari skenario terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 5,0 skala Richter pada pagi hari. Gempa tersebut mengakibatkan dua insiden besar, yakni kebakaran di gudang kargo dan terjebaknya personel Air Traffic Controller (ATC) di menara pengawas.

‎“Untuk kebakaran di gudang kargo, kami dibantu tim internal serta Basarnas dalam proses evakuasi. Sementara itu, untuk penyelamatan personel ATC yang terjebak di menara, juga dilakukan dengan dukungan tim SAR,” ujar Haekal, di VIP Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

‎Setelah kedua insiden tersebut ditangani, simulasi berlanjut pada kedatangan sebuah pesawat yang membawa seorang tahanan. Dalam skenario itu, tahanan tersebut didampingi rekannya yang kemudian melakukan tindak kekerasan, penyanderaan, hingga ancaman bom. Menyikapi kondisi darurat tersebut, pihak bandara segera meminta bantuan dari Polresta Bengkulu, Polda Bengkulu, serta Brimob.

‎Haekal menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi situasi darurat di bandara.

‎“Harapannya, meski kita tidak ingin kejadian seperti ini benar-benar terjadi, jika pun ada, kita siap menanganinya dengan cepat, aman, dan terkendali. Dari simulasi tadi, secara personal petugas sudah siap, meski tentu ada beberapa hal yang perlu dievaluasi,” ungkapnya.

‎Mewakili Kementerian Perhubungan RI, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang, Purnama Pangalinan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

‎“Terima kasih kepada tim SAR, Gegana, Polresta, dan Brimob Polda Bengkulu. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di Bandara Fatmawati, sehingga masyarakat yakin bahwa penerbangan di Bengkulu aman dan lancar,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Hendri Kurniawan, menekankan pentingnya pelaksanaan simulasi secara rutin.

‎“Penanganan keadaan darurat harus sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Dengan latihan berkala, sumber daya manusia kita akan semakin terbiasa, cepat, dan tepat dalam mengambil keputusan. Kecepatan itu sangat menentukan keselamatan dalam menghadapi ancaman terorisme, kebakaran, maupun bencana lainnya,” jelas Hendri.

‎Melalui latihan gabungan ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin solid sehingga mampu memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jasa penerbangan di Bengkulu.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.