Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Bengkulu menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menilai capaian dan merumuskan langkah pembangunan ke depan.

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, menyampaikan bahwa usia ke-57 merupakan fase kedewasaan bagi sebuah daerah, yang sejalan dengan perkembangan signifikan yang telah dicapai Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Sumardi, kondisi pembangunan Bengkulu saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan 10 hingga 15 tahun yang lalu. Ia menilai peningkatan kualitas infrastruktur, terutama jalan dan akses menuju wilayah perkebunan, telah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Sekarang ini saya kira Bengkulu sudah jauh lebih maju. Jalan-jalan sudah bagus, kemudian harga sawit dan kopi juga bagus. Ini karena akses menuju perkebunan lebih baik,” ujarnya, usai Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke-57 Provinsi Bengkulu, di kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (18/11/2025).
Sumardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh gubernur terdahulu, gubernur dan wakil gubernur yang sedang menjabat, serta jajaran Forkopimda yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan di Bengkulu. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD Provinsi Bengkulu, yang berjumlah 45 orang, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program kerja pemerintah daerah.
DPRD, lanjutnya, juga mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Bengkulu dari angka 4,2 persen menjadi minimal 5,2 persen. Dengan peningkatan tersebut, ia berharap tingkat pengangguran terbuka yang saat ini masih tinggi dapat ditekan secara bertahap.
“Kita berupaya sedemikian rupa agar pertumbuhan ekonomi bisa meningkat sehingga pengangguran semakin berkurang,” tegasnya.
Sumardi juga memaparkan tiga prioritas pembangunan utama di Bengkulu pada tahun mendatang. Pertama, pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan, irigasi, dan pencetakan sawah yang dialokasikan sekitar 40 persen dari total anggaran. Kedua, alokasi 10 persen anggaran untuk sektor kesehatan, termasuk program BPJS Kesehatan gratis dengan anggaran sebesar Rp40 miliar. Ketiga, alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan, khususnya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga berencana menganggarkan sekitar Rp500 miliar untuk infrastruktur, meski terjadi pemotongan Dana TKD sebesar Rp347 miliar. Ada pula rencana pengadaan 110 unit ambulans, serta penambahan kamar rumah sakit yang saat ini sangat terbatas.
“Ruang IGD dan ICCU selalu kurang, sehingga akan ditambah dengan dana sekitar Rp50 miliar,” jelas Sumardi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga berupaya mengangsur utang Dana Bagi Hasil (DBH) minimal Rp200 miliar, meskipun kondisi fiskal saat ini terbatas.
“Kita prioritaskan dulu program yang menjadi visi dan misi Gubernur, termasuk beasiswa pendidikan,” tuturnya.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD, Sumardi optimistis Bengkulu akan semakin maju dan berdaya saing di masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan