Lhoksukon – Tanam padi miliki warga terancam gagal tanam, dibulan November di 3 desa yaitu desa masjid pirak, Pante dan desa lubok mereka mulai turun kesawah untuk bercocok tanam, tapi apa hendak dikata hampir setiap tahun banjir selalu melanda sawah mereka.

Menurut pengamatan media beritamerdekaonline.com dilapangan banyaknya bibit bibit pagi yang berhamburan dipersawahaan, dibawa derasanya aliran air sehingga bibit tanaman padi itu tak dapat dikumpulkan lagi dikarnakan sudah tercampur aduk milik warga lainnya.
Masyarakat desa munuturkan” setiap tahun kami selalu jadi langanan banjir jadi sudah biasa menghadapinya, lanjutnya kami berharap pemerintah daerah memberi perhatian khusus kepada kami untuk dapat meringankan beban “tutupnya.

Masyarakat berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan solusi dari tanaman yang gagal tatam seperti menyediakan bibit penganti, pupuk dan obat-obatan.

Saat dikonfirmasi camat Zulkifli melalui seketaris camat Zukhirullah.S.sos diruang kerjanya menuturkan ” sudah setiap tahun kondisi ini kami rasakan,kami berharap ada perhatian khusus dari stakeholder yang beroperasi diwilayah Matangkuli seperti PT.PHE NSB-NSO dan PT.Brantas yg melakukan pekerjaan proyek Waduk di Paya Bakong yang untuk swgera menyalurkan CSR kepada petani dan khususnya masyarakat yang terkena imbas dari banjir.

Lanjutnya faktor banjir akibat tiadanya tanggul untuk menghabat banjir contohnya apabila tidak ada tangul begitu naik air langsung masuk kerumah warga” cetus nya. dia juga menuturkan harapat masyarakat yang dititipkan dipundak beliau agar tangul pencegah banjir dapat direalisasi ditahun yang akan datang. Hampir setiap tahun selalu diusulkan dalam musrembang desa”. (Zulkifli)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.