Beritamerdekaonline.com, Kaur – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kaur pada Selasa (12/8/2025) menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Dua agenda strategis berhasil dibahas, yakni penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, serta penyampaian jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Ranperda RPJMD Kabupaten Kaur 2025–2029.
Agenda paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Kaur, Januardi, bersama Wakil Ketua II Mardianto, SAP. Hadir dalam sidang, Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP, Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta seluruh anggota DPRD.

Dalam sambutannya, Bupati Kaur Gusril Pausi menegaskan pentingnya kerja sama harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD. “Kesepakatan KUA-PPAS ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi bagi penyusunan APBD Perubahan 2025. Sinergi eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar arah pembangunan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujar Gusril Pausi.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kaur berkomitmen menjalankan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga, mulai dari peningkatan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat desa.
Pada agenda kedua, Wakil Bupati Abdul Hamid menyampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Ranperda RPJMD 2025–2029. Seluruh masukan fraksi akan dijadikan landasan dalam pembahasan lanjutan hingga disahkan menjadi Peraturan Daerah.
Ketua DPRD Januardi menegaskan bahwa persetujuan KUA-PPAS APBD–P 2025 serta pembahasan RPJMD adalah bentuk keseriusan DPRD dalam mengawal pembangunan. “Dengan ditandatanganinya KUA-PPAS, maka secara hukum sudah sah dituangkan dalam keputusan DPRD. Untuk RPJMD, seluruh fraksi telah menerima jawaban eksekutif sehingga bisa segera masuk ke tahap pembahasan final,” jelasnya.
Bupati Gusril Pausi menekankan bahwa RPJMD 2025–2029 harus menjadi pedoman pembangunan jangka menengah yang realistis dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Visi kita jelas, Kaur harus tumbuh sebagai daerah yang mandiri dan berdaya saing. Pembangunan lima tahun ke depan akan menitikberatkan pada pemerataan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal,” tegasnya. (Adv)



Tinggalkan Balasan