OLeh : Marina Mamin ( Guru SD Negeri 3 Pujon)

Pengiat-pengiat media social sekarang ini, bukan saja digeluti oleh para orang dewasa dan kalangan remaja, dikalangan anak-anak juga sangat digemari. Seperti anak pendidikan dasar yang masih disebut anak usia dini juga mengemari media social. Mewabahnya media social di kalangan anak usia   dini di pendidikan dasar disebabkan mereka sudah memiliki handphone  dan memiliki data internetnya. Anak usia dini pendidikan dasar sering mengambil bagian untuk selalu mempostingkan kegiatan keseharian dirinya dan membagikan/mensharekan di media social seperti facebook, Tiktok, Instagram, Snack Video dan lainnya.

Perkembangan ini setiap jangka waktu tertentu semakin meningkat dan semakin di senangi anak usia dini di pendidikan dasar, dan menjadi tempat bagi diri untuk berkreasi dan beraktivitas dalam media social. Ada hal yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan media sosial bagi anak usia dini pendidikan dasar, khususnya orang tua dan guru sebagai pengajar sekolah. Dimana perkembangan gaya belajar mereka semakin berubah. Seperti dalam kurang mahir dan pandainya anak usia dini mengenal huruf abjad dan menulisnya dengan baik.

Orang tua dan guru  di pendidikan dasar sangat perlu untuk mengetahui perkembangan anak usia dini di pendidikan dasar dalam kemenfaatan media social untuk menunjang belajarnya seperti membaca dan menulis. Sehingga tidak terjadi anak usia dini pendidikan dasar buta huruf dan tidak bisa menulis dengan baik.

Bagaimana peran orang tua dan guru di pendidikan dasar dapat mengurangi penggunaan handphone dalam bermedia sosial agar minat membaca dan menulis anak usia dini di pendidikan dasar meningkat dengan baik.

Pentingnya orang tua dan guru pada anak usia dini di pendidikan dasar, agar mengetahui lebih jelas baik dan jelas akan dampak yang terjadi apabila seringnya handphone yang dipergunakan bermanfaat bagi keberlangsungan mereka dalam belajar membaca dan menulis dengan baik.

Media social menurut McGraw Hill Dictionary mendefinisikannya sebagai sarana yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara menciptkan, berbagi,serta bertukar informasi dan gagasan dalam sebuah jaringan dan komunitas virtual https://https:an-nu.ac.i. dari definsi jelas sebagai saran berinteraksi, bukan untuk membuat semakin giatnya anak usia dini pada pendidikan dasar belajar membaca dan menulis. Namun tidak menutup kemungkinan bagi anak usia dini pada pendidikan dasar yang sudah mahir dalam membaca dan menulis  untuk menepatkan media sosial baginya untuk mengenal lingkungan yang luas. Sehingga banyak hal-hal yang didapat atau diterimanya dalam bermedia sosial.

Peran orang tua dalam mengawal anak usia dini sangat diperlukan sekali dalam belajar membaca dan menulis. Anak usia dini harus di kenalkan pada buku  yang menarik baginya karena handphone android banyak candu games dan gadget pada anak usia dini yang menampilkan gambar dan komik, atau cerita menarik dari androidnya, buat  dan berikan buku-buku yang penuh gambar, dan komik atau cerita bergambar di buku-buku. Sehingga dari segi otak anak usia dini akan senang membaca dan memiliki pembendaharaan Bahasa dan tentu akan cepat membaca. Orang tua juga harus kreatif dengan mengawali cerita dongeng yang memilikim pesan moral dan positif terlebih dahulu kepada anak usia dini, sehingga informasi yang masuk melalui otaknya di bawah alam sadar akan mendominasi tindakan anak. Orang tua juga harus menepatkan diri yang baik atau momen yang baik anak usia dini seperti pada saaat ulang tahunnya, anak akan meminta hadiah, dan berikan hadiahnya buku yang menyenangkan baginya. Orang tua harus menjadi aktor dalam menunjang kegiatan belajar anak usia dini agar mereka gemar untuk membaca dan menulis seperti mengunjungi perpustakaan, membuat ruang baca yang menarik, membuat buku ajaib dan lainnya bagi anak usia dini, sehingga minat membaca dan menulia semakin baik, dan penggunaan handphone dalam bermedia sosial kurang  diminat secara perlahan oleh mereka.

Peran guru dalam dalam mengatasi turunnya  minat membaca dan menulis pada anak usia dini oleh media social yaitu dengan beberapa strategi yang dapat memberi peluang dan kesempatan bagi guru untuk memainkan peranannya secara optimal seperti guru menempatkan diri sebagai actor di sekolah yang dilihat didengar oleh anak di sekolah yang mengarahkan, membimbing, menfasilitasi dalam proses membaca dan menulis agar anak terampil. Guru mengintegrasikan materi pendidikan sesuai yang membuat anak usia dini menepatkan dan memperlakukan dirinya sebagai sesuai yang belajar baik. Guru mengoptimalkan membaca dan menulis sebagai suatu pembiasaan diri anak usia dini untuk menyenangi buku pelajaran, guru sangat perlu menjalin kerjasaman yang insten dengan orang tua untuk mengontrol dan mengawasi anak usia dini untuk lebih memperhatikan buku dari handphone, guru sangat perlu banyak penjelasan yang kontinyu terhadap anak usia dini dalam penempatkan handphone dalam bermedia sosial pada kontekstualnya.  Guru sangat berperan sebagai katalisator, atau teladan, inspiratory, motivator, dinamisator dan evaluator.

Akhirnya, pendidikan dasar anak usia dini dalam meningkatkan minat membaca dan menulis perlu keterkaitan komponen-komponen dengan system pembelajaran di pendidikan dasar yang menjadikan kurang minat anak terhadap penggunaan handphone untuk bermedia sosial, dan semakin menyenangi buku dan menulis sebagai tempatnya berkreasi mengembangkan dirinya.

Diharapkan membaca dan menulis pada anak usia dini di pendidikan dasar semakin disenangi dan digemari anak, bukannya handphone tempat bermedi sosial, sehingga peningkatan membaca dan menulis p[ada anak usia dini semakin cakep dan terampil dengan baik.

Pujon, 9 januari 2023
Penulis : Marina mamin
Guru SD Negeri 3 Pujon, kec. Kapuas Tengah kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.