Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Setelah hampir tiga dekade setia menekuni profesinya sebagai penjahit, akhirnya kebahagiaan besar menyapa Pariyem, pelaku UMKM asal Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang. Pada Jumat (7/11/2025), ia menerima dua unit mesin jahit baru hasil kerja sama antara Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi NasDem, Hj. Erna Sari Dewi, S.E., M.H., dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dari Jarum ke Harapan: Penjahit Bengkulu Dapat Dukungan Mesin Jahit dari Komisi VII DPR RI ESD.


‎“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mendapatkan bantuan ini. Walaupun di rumah sudah ada mesin, tambahan ini sangat membantu agar bisa menerima lebih banyak pesanan,” tutur Pariyem dengan mata berkaca-kaca. Bantuan ini menjadi yang pertama ia terima sejak membuka usaha jahit-menjahit pada tahun 1996 silam.

‎Menurut Hj. Erna Sari Dewi (ESD), bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat hasil kolaborasi Komisi VII DPR RI dan BRI. Secara keseluruhan, terdapat 20 unit mesin jahit yang disalurkan kepada pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu, mencakup sektor fashion, kuliner, hingga kriya.

‎“Program ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat bersama Bank-Bank Himbara. Kami ingin memastikan pelaku UMKM benar-benar mendapatkan dukungan nyata agar bisa tumbuh dan berdaya saing,” jelas ESD.

‎Ia menambahkan, program tersebut lahir dari hasil kunjungan kerja ke daerah pemilihan (dapil), di mana banyak pelaku usaha kecil yang mengungkapkan kesulitan dalam mendapatkan peralatan kerja.

‎“Kami turun langsung ke masyarakat untuk mendengar kebutuhan mereka. Hari ini bantuannya untuk penjahit wanita di Bengkulu Tengah, ke depan akan kami perluas untuk UMKM bidang makanan dan kriya, lengkap dengan pelatihan gratis,” tambah Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bengkulu ini.

‎Bantuan mesin jahit ini diharapkan dapat menjadi langkah awal peningkatan produktivitas bagi pelaku UMKM lokal. Melalui program ‘BRI Peduli Bersama Komisi VII DPR RI ESD’, sinergi antara lembaga keuangan dan legislatif kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah.