Jembatan penghubung antara Lubuk Basung menuju Batu Kambing dilaporkan amblas pada Sabtu pagi.

AGAM, Berita Merdeka Online.Com – Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Agam akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut. Jembatan penghubung antara Lubuk Basung menuju Batu Kambing dilaporkan amblas pada Sabtu pagi.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam.

Melalui laporan resminya pada Sabtu (31/10/2026) Pukul 06.50 WIB, BPBD Agam melaporkan bahwa amblasnya jembatan disebabkan oleh meningkatnya debit air pada Banda Paraman Baih.

“Laporan yang kami terima, Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) bersama personil melakukan survey jembatan penghubung Lubuk Basung-Batu Kambing amblas akibat meningkatnya debit air Banda Paraman Baih karena curah hujan yang tinggi,” tulis laporan Pusdalops-PB BPBD Agam.

Peristiwa amblasnya jembatan tersebut terjadi di wilayah Labuah Baru, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Berdasarkan keterangan di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Lubuk Basung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari mengakibatkan volume air di Banda Paraman Baih meningkat drastis. Arus yang deras kemudian menggerus pondasi jembatan hingga akhirnya menyebabkan badan jembatan amblas.

Akibat kejadian ini, akses transportasi masyarakat yang menghubungkan Lubuk Basung dengan kawasan Batu Kambing untuk sementara terputus. Masyarakat diminta untuk mencari jalur alternatif dan lebih berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, tim dari BPBD Kabupaten Agam bersama Bidang Kedaruratan dan Logistik masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut terkait tingkat kerusakan dan dampak yang ditimbulkan.

BPBD Agam juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai dan banda, untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir serta longsor masih bisa terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, terutama yang bermukim di dekat sungai. Jika terjadi peningkatan debit air, segera laporkan ke Nagari atau ke Pusdalops BPBD Agam,” imbau BPBD.

Pihak BPBD memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan terkini terkait kondisi jembatan dan upaya penanganan darurat yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah. (KN)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.